27 Januari 2020

Berita Golkar - DPD Partai Golkar Boyolali dipastikan mendukung calon kepala daerah yang diusung DPC PDIP Boyolali. Bergabungnya Partai Golkar ke PDIP terungkap saat acara penyerahan surat keputusan (SK) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar ke DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Boyolali di gedung Panti Marhain, Sabtu (25/1/2020).

“Meskipun surat rekomendasi belum turun, kami tetap mengusung Cabup dan Cawabup yang diusung DPC PDIP,” ujar Ketua DPD Partai Golkar Boyolali, Fuadi.

Dijelaskan, pasca Rapimnas beberapa pekan lalu, Partai Golkar memutuskan berkoalisi dengan PDIP Boyolali untuk mengusung pasangan Calon Bupati (Cabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) yang diusung PDIP.

Baca Juga: Eks Bupati Boyolali Sri Moeljanto Meninggal Dunia

Bahkan, lanjut Fuadi, pernyataan sikap itu sudah muncul saat digelar rapat pimpinan daerah (Rapimda) di Boyolali. “Saat Rapimda yang dihadiri struktural, kader Partai Golkar Boyolali serta pengurus DPP Partai Golkar sudah menyatakan dukungannya,” katanya.

Menurut Fuadi, salah satu hasil dari Rapimda itu diantaranya adalah koalisi dengan PDIP , selanjutnya digagas kembali saat berlangsungnya Rapimnas.

“Kesimpulannya Partai Golkar berkomitmen akan memenangkan cabup dan cawabup yang diusung PDIP dalam Pilkada 2020. Dengan demikian mungkin prosentasenya bisa 99 persen,” kata dia.

Baca Juga: Gandung Pardiman Kampanye Makan Daging Sapi Sehat Bebas Antraks di Gunungkidul

Sementara Ketua DPC PDIP Boyolali, S. Paryanto, mengatakan hingga saat ini DPP PDIP belum mengeluarkan rekomendasi nama nama bakal calon yang diusulkan DPC PDIP Boyolali. “Kita belum tahu, kapan rekomendasi itu akan turun. Semoga saja awal Maret 2020 sudah segera diumumkan,” katanya.

Kendati demikian, lanjut Paryanto, seluruh jajaran PDIP Boyolali harus bekerja keras menyongsong Pilkada 2020 pada September mendatang. Hal itu dimaksudkan untuk mencapai target kemenangan sebesar 80 persen.

Dia menilai, kemungkinan besar pasangan calon yang diusung PDIP bakal melawan bumbung kosong. Mengingat, dengan bergabungnya Partai Golkar dengan PDIP, maka praktis partai lain tak bisa mengajukan pasangan calon sendiri.

Baca Juga: Atasi Ketergantungan Energi Fosil, Misbakhun Nilai Program Biodiesel Sangat Strategis Bagi Negara

“Kecuali nanti ada calon perseorangan, silahkan saja. Namun, inipun kemungkinan juga kecil karena butuh biaya sangat besar,” katanya.

Namun hingga sejauh ini, belum nampak adanya calon tunggal. Kondisi tersebut, lanjut dia, justru menjadi tantangan, sehingga seluruh kader partai diminta kerja keras mendekati masyarakat dan seluruh komponen yang ada untuk mau hadir di TPS menggunakan hak suaranya.

“Sebagai catatan, saat Pilkada lalu pasangan Seno- Said berhasil meraih dukungan 69 persen. Itu ada lawannya,” ujarnya.

Baca Juga: Sedikit Bicara Banyak Bekerja, Ronny Dimara Puji Kinerja Ketum Golkar di Kabinet Indonesia Maju

Terkait target suara 80 persen, pihaknya optimis mampu meraihnya. Apalagi,selain Partai Golkar yang sudah menyatakan bergabung, partai lain pun sudah mulai melakukan komunikasi serupa. Dengan berkaca hasil pemilu legislatif (Pileg) lalu, maka perolehan suara pun diharapkan terdongkrak.

Sebagaimana diketahui, DPC PDIP mengusulkan dua bakal calon yakni M. Said Hidayat – Wahyu Irawan serta Wahyu Irawan -Marsono. Untuk saat ini DPP PDIP belum mengeluarkan rekomendasi nama nama bakal calon yang diusulkan DPC PDIP Boyolali. {www.fokusjateng.com}

fokus berita : #Fuadi #S Paryanto


Kategori Berita Golkar Lainnya