28 Januari 2020

Pinto Jayanegara Minta Bandara Sultan Thaha Jambi Dilengkapi Thermal Scanner

Berita Golkar - Pinto Jayanegara, wakil ketua DPRD Provinsi Jambi pinta pihak Bandara Sulthan Thaha Jambi, melengkapi Thermal Scanner untuk mengantisipasi masuknya penumpang yang terjangkit wabah Pneomonia dari Cina.

Dicurigainya salah seorang WNA yang masuk ke Jambi terserang wabah Pneomonia dari Cina sangat menarik perhatian. Sebab, kasus ini sendiri di negara asalnya juga sudah menelan korban jiwa. Terlebih saat ini virus tersebut terus berkembang hingga ke beberapa negara dan bahkan sudah masuk ke Indonesia serta ke Provinsi Jambi.

Maka dari itu, Pinto Jayanegara, wakil ketua DPRD Provinsi Jambi dari fraksi Golkar kepada Tribun mengatakan bila pihaknya telah memanggil pihak PT Angkasa Pura II.

Baca Juga: Christina Aryani Desak Pemerintah Segera Evakuasi WNI Di Kota Wuhan

"Saya ingin mengetahui langkah-langkah yang telah dilakukan dan belum dilakukan. Tentu harapan kita bersama agar wabah tersebut tidak dibawa sampai masuk ke Jambi," ujar Pinto Jayanegara, Senin (27/1/2020).

Pihak PT Angkasa Pura yang datang antara lain, Plt EGM Bandara Sultan Thaha Jambi, Fredho Perdana. Yusuf Tawakal, Assman Safety, Risk & Quality Control. R Puri Ardiyandi, Assman Airport Rescue & Fire Fighting. Serta Arie Laack Sebagai Airport Operation & Service Manager.

Dari pihak PT Angkasa Pura II yang hadir diperoleh informasi bahwa dalam rangka peningkatan kewaspadaan penyebaran penyakit Pneumonia dari negara China, PT Angkasa Pura II Bandara Sultan Thaha Jambi bekerjasama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Jambi melakukan beberapa upaya pencegahan potensi masuknya virus melalui penumpang.

Baca Juga: Firman Soebagyo Sebut Omnibus Law Terobosan Siasati Regulasi Tumpang Tindih

Pinto mengatakan bahwa pihak perwakilan PT Angkasa Pura menjelaskan bahwa Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Jambi memang telah mengeluarkan edaran terkait peningkatan kewaspadaan penyebaran penyakit Pneumonia dari Negara Republik Tiongkok.

Pihak KKP meminta dukungan kepada pengelola bandara dalam hal penyebarluasan informasi terkait penyakit dimaksud dan dukungan fasilitas kesehatan seperti ruang isolasi.

"Dalam hal pengetatan pengawasan, pihak KKP melakukan pengecekan suhu tubuh penumpang yang tinggi menggunakan alat deteksi suhu tubuh (infra red) dan surveilance syndrome kepada penumpang serta pemeriksaan dokumen penerbangan. Terutama penumpang dari Negara terjangkit," sebut Pinto.

Baca Juga: Robby Kamaniel Omaleng Resmi Ditetapkan Jadi Ketua DPRD Mimika 2019-2024

Ditambahkan Pinto, hasil pertemuan tersebut diketahu bila berdasarkan hasil pengecekan yang dilakukan hingga saat ini belum ditemukan penumpang dengan suhu diatas 38°C.

"Pengawasan aktivitas penumpang pihak bandara memanfaatkan kamera CCTV di area terminal serta menghimbau kepada seluruh karyawan serta stakeholder khususnya yang bertugas sebagai frontliner agar menggunakan alat pelindung diri seperti masker," ungkapnya.

Hal lain yang disampaikan pihak Bandara kepada Wakil ketua DPRD Provinsi Jambi ini agar pihak maskapai atau imigrasi menyampaikan kepada bandara jambi, apabila ada penumpang yang baru datang dari wilayah Wuhan.

Baca Juga: Pilkada Riau 2020, Agung Laksono Minta Pengurus Golkar Hapus Mahar Politik

Menurut Pinto sendiri, walaupun bukan merupakan pintu masuk utama internasional, Bandara Sultan Thaha Jambi tidak menutup kemungkinan tetap dilalui penumpang yang baru saja bepergian ke negara China melalui beberapa bandara internasional lain di Indonesia.

Maka dari itu, Pinto lantas meminta agar pihak Bandara Sulthan Thaha dilengkapi Thermal Scanner. "Kemampuan virus Corona untuk menyebar sangat kuat. Di bandara lain sudah dilengkapi dengan thermal scanner. Bandara kita juga harus dilengkapi dengan Thermal Scanner," katanya.

Ditambahkannya, Thermal scanner memang diperlukan karena lebih mudah menyaring penumpang yang suhu badannya tinggi ketimbang thermometer infrared, dan itu disampaikan oleh pihak angkasa pura kepadanya.

Baca Juga: Menperin Agus Gumiwang Kawal Realisasi Investasi Nestle di Tiga Pabriknya di Indonesia

Di beberapa bandara besar lain, sudah disediakan thermal scanner untuk mendeteksi suhu tubuh. Meski demikian, bukan jaminan Indonesia bisa terhindar dari virus Corona. Karena thermal scanner hanya mendeteksi suhu tubuh untuk menilai dugaan awal orang yang terkena virus Corona.

Sedangkan orang yang masih dalam masa inkubasi virus, dimana suhu tubuhnya belum naik dan masih normal, bisa lolos dari thermal scanner. Pinto Minta Bandara Dilengkapi dengan Thermal Scanner, Maskapai dan Imigrasi Juga Harus Berperan. {jambi.tribunnews.com}

fokus berita : #Pinto Jayanegara