22 Juni 2017

Berita Golkar - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah merampungkan berkas perkara tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan laboratorium komputer Madrasah Tsanawiyah dan Al Quran, Fahd El Fouz A Rafiq. Berkas Ketua Angkatan Muda Partai Golkar itu dilimpahkan ke tahap dua. 

Penasihat hukum Fahd menyatakan kliennya siap membeberkan rinci siapa saja yang diduga terlibat dalam kasus itu. "Hari ini dilakukan pelimpahan tahap dua dari penyidikan ke penuntutan untuk tersangka FEF (Fahd El Fouz)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Kamis (22/6). 

Menurut Febri, setelah pelimpahan berkas perkara, tersangka beserta barang buktinya, jaksa penuntut umum memiliki waktu paling 14 hari untuk menyusun surat dakwaan. Selanjutnya, kata Febri berkas tersebut dikirim ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. 

"Setelah ini akan dilakukan penyusunan dakwaan dan pelimpahan ke pengadilan. KPK akan menunggu jadwal sidang dari pengadilan," tuturnya. Sementara itu, Fahd usai menjalani pemeriksaan menyatakan bahwa berkas perkara dirinya telah lengkap. Namun, dia enggan berbicara soal kelengkapan berkas perkara dugaan korupsi pengadaan Al Quran tersebut. 

Membeberkan Nama

Kuasa hukum Fahd, Robby Anugerah Marpaung mengatakan kliennya tersebut sudah kooperatif sejak awal dan akan terus berlanjut dalam persidangan. Menurut dia, seluruh keterangan Fahd dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) bakal dibeberkan.

"Pada prinsipnya Pak Fahd akan kooperatif dari awal sampai nanti di persidangan. Yang dituangkan dalam BAP akan disampaikan seluruhnya di persidangan," kata Robby.

Robby mengungkapkan, salah satu yang dituangkan Fahd dalam BAP yakni soal keterlibatan mantan Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso. Namun, dia belum mau merinci keterlibatan politikus Partai Golkar itu dalam dugaan korupsi Alquran ini.

Robby memastikan, bahwa kliennya itu bakal membeberkan secara rinci peran-peran para pihak yang diduga terlibat dalam proyek yang ada di Kementerian Agama itu. "Nanti di persidangan akan detail. Siapa saja yang terlibat, peran apa, siapa yang melakukan. Nanti di persidangan akan diungkap," tuturnya.

Pada pemeriksaan beberapa waktu lalu, Fahd mengaku sudah membeberkan soal dugaan keterlibatan sejumlah orang termasuk, mantan wakil ketua DPR yang kini menjabat sebagai anggota Dewan Pembina Partai Golkar, Priyo Budi Santoso. [cnnindonesia]

fokus berita :


Kategori Berita Golkar Lainnya