01 Februari 2020

Berita Golkar - Anggota Komisi I DPR RI fraksi Partai Golkar Dave Laksono meminta Pemerintah meningkatkan investasi di sektor pertahanan. Hal itu dia sampaikan terkait dengan 100 hari kerja kabinet Joko Widodo dan Ma'ruf Amin.

"Penambahan alat-alat tempur yang bisa dimodernisasi. Untuk alat perang alusista ini tentu perlu investasi yang besar dari Pemerintah, sementara APBN kita setiap tahun kan sudah terbentuk lah kira-kira bagian besarnya berapa ribu triliun," kata Dave saat dihubungi, Sabtu (1/2/2020).

Menurut Dave, Presiden selalu mendorong program infrastruktur, pendidikan dan kesehatan. Sedangkan untuk alusista tidak mungkin terbeli dari negara asing. Sebab industri pertahanan swasta dalam negeri cukup kuat.

Baca Juga: Nurul Arifin Nilai Keputusan Evakuasi Segera WNI Dari Wuhan Sudah Tepat

Sehingga Pemerintah tinggal memutuskan mau tidak melakukan investasi di sektor pertahanan Indonesia. "Sekarang ini presiden harus mendorong investasi kerjasama dengan negara asing untuk pembangunan infrastruktur atau rumah sakit dan segala macam. Sehingga lebih banyak APBN yang diarahkan untuk lebih memodernisasi alutsista," tuturnya.

"Jangan selalu mau gampang beli alat tempur dari asing. Karena industri pertahanan swasta cukup kuat tinggal Pemerintah itu mau tidak melakukan investasi di sektor pertahana kita supaya industri pertahanan swasta ataupun BUMN itu bisa melakukan riset-riset lagi dan pengembangan pembelian alat tempur buatan dalam negeri," imbuhnya.

Selain itu, menurut Dave, penambahan personil tentara di Indonesia juga sangat dibutuhkan. Karena ia menilai, luasnya lautan di Indonesia masih tidak sebanding dengan personil Angkatan Laut, Angkata Darat dan Angkatan Udara.

Baca Juga: Perusahaan Asuransi Plat Merah, Puteri Komarudin Minta Asabri Hati-Hati Berinvestasi

"Nah jadi perlu penambahan itu dan ini untuk kebutuhan penambahannya juga karena jelas, sebab masih banyak WNI yang diculik terus juga di perairan Natuna itu yang baru ketauan ya, yang mencuat di media."

"Padahal masih banyak lagi, seperti di Selat Malaka juga ada, terus penyeludupan pedagangan manusia juga ada masih banyak itu kan tugas-tugas dari Bakamla dan TNI AL karena mengawasi laut kita," jelasnya.

Di sisi lain, TNI AU juga harus mengawasi udara agar supaya jangan ada kapal yang melintas di wilayah udara Indonesia. "Belom lagi ada kombatan-kombatan dari ekstrimis atau teroris yang masih berkeliaran dihutan, itu kan sebagai penugasan TNI AD juga," tandasnya.

Baca Juga: Mukhtarudin Pastikan Negara Bakal Selesaikan Kerugian 17 Ribu Nasabah Jiwasraya

Meski masih belum tercapai, lanjut Dave, kabinet kepemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin tidak bisa hanya dinilai dalam 100 hari kerja. Tetapi, suatu saat dalam empat tahun kedepan sudah tertata dengan baik. "Kami yakin dalam empat tahun kedepan ini janji-janji Presiden dapat terpenuhi," ujarnya. {akurat.co}

fokus berita : #Dave Laksono


Kategori Berita Golkar Lainnya