02 Februari 2020

Berita Golkar - Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengajak para pengusaha di Norwegia untuk berinvestasi di Indonesia. Peluang meningkatkan nilai perdagangan cukup tinggi baik secara bilateral maupun dalam kerangka Indonesia–EFTA Comprehensive Economic Partnership Agreement (IE-CEPA).

"Indonesia percaya bentuk kerja sama yang saling menguntungkan akan membuat ekonomi kedua negara bertumbuh,” kata Jerry melalui keterangan tertulisnya, Jumat, 31 Januari 2020.

Jerry menuturkan pemerintah Indonesia berkomitmen menciptakan iklim ekonomi yang kompetitif dan terbuka, baik dalam hal perdagangan maupun investasi.

Baca Juga: Amin Ngabalin Puji 100 Hari Jokowi-Ma’ruf Amin Bikin Perbaikan di Sejumlah Sektor

Saat ini pemerintah RI membuka kerja sama dan investasi untuk sektor pertanian, perikanan, pertambangan, manufaktur, kelistrikan, gas, dan penyediaan air bersih bagi investor dari negara-negara anggota EFTA.

"Norwegia telah memiliki pengalaman dalam mengelola sumber daya kelautan dan perikanan dan Indonesia memiliki sumber daya kelautan dan perikanan yang kaya,” papar Wamendag.

Indonesia dan negara-negara anggota EFTA juga telah menandatangani perjanjian IE-CEPA pada Desember 2018. Namun, implementasinya masih menunggu proses ratifikasi dari tiap negara yang tercantum dalam perjanjian tersebut.

Baca Juga: Eka Supria Atmaja Tak Alami Kendala Pimpin Kabupaten Bekasi Tanpa Wakil

“Pemerintah Indonesia saat ini intensif melakukan komunikasi dengan parlemen agar proses ratifikasi bisa selesai pada akhir Januari dan dapat diimplementasikan pada pertengahan semester I-2020. Kami juga berharap proses ratifikasi di negara-negara anggota EFTA bisa segera selesai,” ujar Jerry.

Total nilai perdagangan Indonesia-Norwegia pada 2018 mencapai USD24,13 juta. Kemudian nilai investasi Norwegia di Indonesia periode 2014-2018 mencapai USD40,2 juta.

Adapun perjanjian perdagangan IE-CEPA diproyeksikan mampu meningkatkan ekspor Indonesia ke negara-negara anggota European Free Trade Association (EFTA), Norwegia termasuk di dalamnya.

Baca Juga: Andi Debbie Purnama Ajak Emak-Emak Mariso Bangkit Dengan Kemandirian

Dalam implementasinya nanti, Norwegia akan memberikan pembebasan bagi 6.333 pos tarif atau setara dengan 90,97 persen dari total pos tarif dan 99,75 persen nilai impor Norwegia dari Indonesia. Sedangkan potensi nilai ekspor barang Indonesia ke negara-negara anggota EFTA dapat meningkat hingga USD1,92 miliar dalam lima tahun berikutnya.

Ekspor dalam bidang jasa juga diharapkan bertumbuh sebesar 1,15 persen atas pembukaan akses pasar jasa bagi 91 subsektor di Norwegia. Investasi negara-negara anggota EFTA ke Indonesia diperkirakan akan tumbuh sebesar 0,02 persen. {www.medcom.id}

fokus berita : #Jerry Sambuaga


Kategori Berita Golkar Lainnya