02 Februari 2020

Berita Golkar - Anggota DPRD provinsi Sumsel dari fraksi Golkar Medi Basri meninggal dunia Sabtu (1/2/2020). Wafatnya Medi membuat kursi fraksi Golkar berkurang dari 14 menjadi 13 (plus 1 kursi PPP gabung ke Golkar).

Ketua KPU Sumsel Kelly Mariana menyatakan, pihaknya siap membantu pergantian antar waktu (PAW) anggota fraksi Golkar di DPRD Sumsel tersebut. Menurut Kelly ada mekanisme yang dilalui, yaitu partai harus lapor dahulu ke DPRD Sumsel, untuk dilakukan proses PAW.

"Nantinya, mekanisme yang ada tetap partai mengajukan ke ketua DPRD Sumsel, terus ketua DPTD mengajukan ke kami," kata Kelly, Minggu (2/2/2020).

Baca Juga: Hari Kedua Reses di Konawe, Warga Curhat Nasib Guru Honorer Ke Herry Asiku

Ditambahkan Kelly, setelah menerima surat dari DPRD Sumsel, KPU mempunyai waktu selama 5 hari untuk penelitian berkas, untuk menentukan siapa yang berhak menggantikan Medi Basri. Selama rentang waktu yang pendek itu, KPU Sumsel juga, akan menerima tanggapan dari masyarakat.

“Masyarakat bisa memberikan informasi, misalnya calon dengan suara terbanyak di bawahnya mungkin punya cacat, seperti ijazah palsu atau sebagainya,” terang Kelly.

Kelly menjelaskan, mekanisme PAW ini diatur dalam Peraturan KPU RI nomor 6 tahun 2019. Sekedar informasi Medi Basri berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI yang meliputi, kota Prabumulih, kabupaten PALI dan Muara Enim.

Baca Juga: Kunjungi SMK I Selayar, Ince Langke Sosialisasi Sistem Informasi Pendidikan Online

Di Dapil ini, Medi saat Pileg 2019 lalu meraih suara terbanyak di Golkar dengan jumlah 16.966 suara. Sementara di bawahnya adalah nama Ersangkut, meski saat pencalegan ada di nomor urut 7 dari 8 Caleg Golkar, ia meraih suara kedua terbanyak dibawah Medi, dengan jumlah 10.786 suara.

“Kalau menurut ketentuan, Ersangkut yang berhak menggantikan almarhum Medi Basri lewat mekanisme PAW,” pungkas Kelly. {sumsel.tribunnews.com}

fokus berita : #Ersangkut #Medi Basri


Kategori Berita Golkar Lainnya