04 Februari 2020

Berita Golkar - Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Hetifah Sjaifudian menanggapi terkait dengan kemajuan pembahasan nomenklatur pendidikan nonformal saat ini di Komisi X. Menurutnya, program pendidikan nonformal dan informal bisa saja diselipkan ke setiap direktorat jenderal yang ada di Kemendikbud.

Namun, katanya, aspirasi yang berkembang menginginkan agar pendidikan nonformal dan informal itu dibuatkan "rumah" tersendiri dalam struktur organisasi Kemendikbud.

Menurutnya, pembentukan direktorat tersendiri di bawah ditjen bisa menjadi opsi. Meskipun ia mengaku, mengusulkan bila pendidikan nonformal dan informal nomenklaturnya bisa ditempatkan di setara ditjen yang membidangi pendidikan vokasi.

Baca Juga: Hetifah Desak Mendikbud Nadiem Tuntaskan Nasib Guru Honorer Yang Lama Terbengkalai

Namun untuk membuat ditjen baru, harus mengubah lagi perpres. Maka opsi yang paling memungkinkan adalah memasukan nomenklaturnya ke dalam direktorat, karena hanya membutuhkan Permendikbud sebagai dasarnya.

"Kalau menambahkan direktorat di bawah ditjen, saya kira tidak ada masalah. Itu opsi yang paling mudah. Dengan adanya direktorat, itu berarti ada rumahnya," kata Hetifah, Selasa, 4 Februari 2020.

Menurutnya, hal yang terpenting saat ini, adalah bahwa Menteri Pendidikan Nadiem Makarim telah membuka ruang komunikasi dengan pegiat pendidikan nonformal dan informal.

 

Baca Juga: Salah Satu Pilar Demokrasi, Nurul Arifin Harap Pers Beri Pencerahan Kepada Masyarakat

Menurutnya, pegiat pendidikan nonformal tersebut memang memiliki banyak aspirasi, sekaligus pertanyaan juga mengenai struktur organisasi Kemendikbud yang baru.

"Kami nanti pasti akan mengawasi jaminan program itu tidak dipandang sebelah mata, tidak diabaikan. Jadi, tetap harus ada jaminan bahwa program yang penting terus berlanjut dan kemudian anggarannya juga ada," ujar Hetifah. {www.pikiran-rakyat.com}

fokus berita : #Hetifah Sjaifudian


Kategori Berita Golkar Lainnya