05 Februari 2020

Berita Golkar - Anggota Komisi VII DPR RI, Rudy Mas’ud mempertanyakan areal eksplorasi Pertamina EP khususnya di Asset 5 Kalimantan Timur (Kaltim). Di areal tersebut banyak terjadi tumpang  tindih antara aktivitas pertambangan dengan area perkebunan sawit dan tebu.

“Sebagaimana yang disampaikan Bapak Dirut Pertamina EP saat kunjungan spesifik ke Jambi beberapa waktu lalu, ada beberapa areal yang tumpang tindih, khususnya di Asset 5 (Kalimantan Timur)," ujar Rudy Mas’ud saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR RI dengan Pertamina EP dan PHE di Senayan Jakarta, Selasa (4/2/2020).

Baca Juga: Usung Rahmad Mas’ud Jadi Balon Walikota Balikpapan, Golkar Siap Koalisi Dengan PDIP

"Banyaknya tumpang tindih dengan areal kebun sawit dan kebun tebu. Tentu hal ini banyak menimbulkan masalah. Saya yakin tidak hanya di Asset 5 saja, namun juga di Asset 1,2,3, dan 4,” ungkapnya lagi.

Politisi Fraksi Partai Golkar ini berharap agar permasalahan tumpang tindih tersebut dapat segera diselesaikan. Tentu saja agar tidak mengganggu eksplorasi yang dilakukan Pertamina EP di lokasi tersebut. Dengan demikian kegiatan eksplorasi dapat berjalan dengan baik dan maksimal.

Pada kesempatan itu, Rudy juga mempertanyakan kinerja PT Pertamina dalam menemukan cadangan dan eksplorasi migas. Diakuinya saat ini sasaran produksi yang telah ditetapkan Pertamina memang sudah tercapai. Namun capaian temuan cadangan versus sasaran yang masih belum seimbang.

Baca Juga: Hetifah Sarankan Pendidikan Nonformal dan Informal Jadi Direktorat Sendiri di Kemendikbud

“Ada filosofi, pertahanan yang terbaik itu menyerang. Sehingga jika kita bertahan saja menunggu mati, ya agak repot juga. Dengan begitu perlu ada inovasi-inovasi baru untuk menemukan cadangan dan eksplorasi migas. Hal tersebut tentu tujuan akhirnya untuk meningkatkan lifting migas dalam negeri,” pungkasnya. {dpr.go.id}

fokus berita : #Rudy Mas'ud


Kategori Berita Golkar Lainnya