05 Februari 2020

Berita Golkar - Anggota Komisi I DPR, Christina Aryani, meminta pemerintah terlebih dahulu mempublikasikan rencananya terhadap 600-an WNI mantan ISIS sebelum memulangkan mereka ke dalam negeri.

Menurut Legislator Partai Golkar itu, pemerintah sebaiknya terlebih dahulu memastikan secara komprehensif seperti apa rencana dan langkah-langkah pemulangan.

"Selanjutnya dipublikasikan kepada masyarakat guna mendapatkan tanggapan dan masukan. Mengingat potensi dampaknya yang besar bukan saja bagi keamanan negara, tetapi juga bagi upaya perlindungan ratusan juta WNI dari paparan ideologi radikalisme," kata Christina Aryani, Rabu (5/2/2020).

Baca Juga: Observasi Langsung Karantina WNI Dari Wuhan, Melki Laka Lena Bakal Berangkat ke Natuna

Baginya, pemerintah perlu melakukan kajian mendalam dan komprehensif terkait rencana ini. Beberapa hal harus dicermati dengan sungguh-sungguh, utamanya menyangkut prosedur serta mekanisme langkah penanganan pascapemulangan.

"Misalnya saja di mana WNI tersebut akan dikarantina, siapa yang akan bertanggung jawab melakukan program deradikalisasi dan observasinya, berapa lama program itu akan dilakukan, bagaimana kesiapan anggarannya, serta siapa yang akan mengawasi pascapembauran kembali dengan masyarakat," urai Christina.

Baginya, hal ini penting. Karena sebagaimana diketahui bersama, tidak terdapat suatu alat ukur yang pasti atas virus ideologi yang bisa menjadi parameter penilaian untuk mengukur tingkat radikal seseorang. {www.beritasatu.com}

fokus berita : #Christina Aryani


Kategori Berita Golkar Lainnya