06 Februari 2020

Berita Golkar - Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily meminta pemerintah memastikan, terduga teroris pelintas batas yang direncanakan dipulangkan ke Indonesia tidak lagi terkontaminasi ISIS.

"Pastikan mereka tidak terpapar radikal itu dulu. Jadi menurut saya tugas pemerintah sebelum mereka kembali dipastikan dulu clear dan tidak terkontaminasi ISIS," kata Ace di Hotel Century Park, Senayan, Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Menurut Ace, jika ingin dipulangkan, terduga teroris itu harus berjanji tidak akan bergabung atau menyebarkan paham ISIS. Perjanjian itu, kata dia, bisa saja dilakukan secara tertulis.

Baca Juga: Ace Hasan Nilai WNI Yang Jadi Kombatan ISIS Otomatis Kehilangan Kewarganegaraannya

"Misalnya melakukan perjanjian tertulis, dan juga semacam komitmen, betul-betul dipastikan lewat karantina misalnya di shelter," ujar Ace. 

Politikus Golkar ini menilai, seharusnya teroris pelintas batas itu tidak dianggap sebagai warga negara Indonesia. Sebab, mereka telah membakar paspor sebagai identitas warga negara Indonesia di luar negeri.

"Nah kami juga masih bingung apa alasan pemerintah memulangkan WNI itu. Karena kan sudah bukan WNI sudah dicuci otaknya mereka secara sadar kok," ucap Ace.

Baca Juga: Christina Aryani Pertanyakan Kesiapan Pemerintah Pulangkan 600 WNI Eks ISIS

Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius mengatakan, hingga saat ini masih belum ada kesepakatan final terkait rencana pemulangan ratusan WNI eks ISIS.

Menurut dia, rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan dengan beberapa instansi terkait. "Iya (belum diputuskan), masih dibahas di Kemenkopolhukam melibatkan kementerian dan instansi terkait," kata Suhardi.com, Minggu (2/2/2020). {nasional.kompas.com}

fokus berita : #Ace Hasan Syadzily #Suhardi Alius


Kategori Berita Golkar Lainnya