08 Februari 2020

Berita Golkar - DPD I Partai Golkar Provinsi NTB bakal segera melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) dalam waktu dekat ini. Pelaksanaan Musda itu dilakukan berdasarkan surat edaran dari DPP Golkar, yang memerintah DPD I Golkar di semua daerah di Indonesia untuk melaksanakan Musda dalam Bulan Maret ini.

“Seusai surat edaran DPP Golkar yang kami terima, seluruh DPD I Golkar seluruh Indonesia harus segera melaksanakan Musda pada bulan Maret. Karena itu kita besok (hari) ini akan rapat pembentukan panitia dulu,” ujar Ketua Harian DPD I Partai Golkar Provinsi NTB, H. Misbach Mulyadi yang ditemui Suara NTB di ruang kerja Fraksi Golkar DPRD NTB, Jumat, 7 Februari 2020.

Baca Juga: Ace Hasan Dukung Usulan Jokowi Buat Terowongan Penghubungan Antara Istiqlal dan Katedral

Salah satu agenda paling penting dalam Musda tersebut adalah pemilihan ketua DPD I Partai Golkar NTB untuk masa jabatan lima tahun berikutnya. Saat ini Ketua DPD I Golkar NTB masih dipegang oleh Bupati Kabupaten Lombok Tengah, H. M. Suhaili FT.

Nah siapa kandidat, ya Wallahu Alam Bishawab, kita tidak tahu siapa teman-teman ini yang akan maju, silahkan saja yang penting memenuhi syarat. Kalau saya sendiri ndak usah jadi Ketua Golkar lah, saya cukup jadi anggota DPRD saja, itu sudah cukup buat saya. Kalau saya ingin berikan kesempatan kepada yang muda-muda,” ujar Misbach.

Dalam pemilihan Ketua DPD I Golkar NTB dalam musda nanti, berdasarkan Peraturan Organisasi (PO) partai, ada 14 suara yang memiliki hak suara untuk memilih Ketua DPD I, yakni 10 suara yang berasal 10 DPD II Partai Golkar se NTB.

Baca Juga: Jadi Kandidat Kuat Ketua Golkar Jateng, Juliyatmono Pilih Merendah

Kemudian satu suara dari organisasi sayap partai, satu suara dari organisasi pendiri dan yang didirikan, satu suara dari DPD I Golkar NTB sendiri dan satu suara dari DPP Golkar.

“Yang bisa menjadi calon ketua DPD I itu adalah mereka yang pernah jadi pengurus Golkar minimal satu periode. Baik di tingkat DPD II, DPD I maupun di DPP. Jadi kalau orang luar tiba-tiba mau nyalon, sementara tidak pernah jadi pengurus ya ndak bisa."

"Kecuali DPP menentukan lain itu, ada semacam diskresi. Tapi kita harapkan semua kandidat itu muncul, boleh saja orang luar, itu artinya Golkar banyak dilirik orang. Tapi yang jelas bunyi persyaratan Golkar seperti itu, pernah jadi pengurus,” jelasnya.

Baca Juga: Wamendag Jerry Sambuaga Setop Sementara Impor Makanan dan Minuman Dari China

Ketika ditanya terkait rumor yang beredar di internal Golkar, bahwa Suhaili FT juga bakal kembali mencalonkan diri untuk periode keduanya. Sementara dalam sejarahnya, belum pernah ada Ketua DPD I Golkar NTB yang menjabat dua periode berturut-turut. Lantas apakah keinginan Suhaili tersebut dibenarkan oleh peraturan internal partai Golkar ?

“Digolkar tidak secara tegas mengatur tentang pembatasan masa jabatan, tidak ada. Jadi tergantung Musdanya, kalau dia (Suhaili) disenangi sama anggota, bisa jadi terpilih kembali, jadi tergantung yang punya hak suara,” katanya.

Menurut Misbach, memang semasa kepemimpinan Suhaili, Golkar masih tetap berkibar sebagai partai terbesar di NTB. Hal itu bisa dilihat dari keberhasilan Golkar yang tetap bisa mempertahankan kemenangannya di sejumlah perhelatan politik, baik Pilkada maupun Pileg.

Baca Juga: Hetifah Nantikan Terobosan Mendikbud Nadiem Untuk Pendidikan Vokasi

“Saya rasa kepemimpinan Pak Suhaili cukup bagus, artinya Golkar berhasil mengusung kadernya menjadi kepala daerah di beberapa tempat, seperti Mataram, Lombok Tengah, Lombok Barat, Bima misalnya. Pada pemilu 2019 kemarin, Golkar juga masih jadi pemenang, jadi tergantung Musda nanti seperti apa, kita lihat perkembangan,” pungkasnya. {www.suarantb.com}

fokus berita : #Misbach Mulyadi #Suhaili FT


Kategori Berita Golkar Lainnya