09 Februari 2020

Berita Golkar - Sebanyak tujuh orang telah mengambil formulir pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati ke DPD Golkar Sleman untuk Pilkada. Sedangkan yang telah mengembalikan formulir baru tiga orang. Setelah pendaftaran, para bakal calon akan dilakukan survei internal dan masyarakat untuk mengetahui elektabitasnya sebelum diajukan dalam Pilkada, September 2020.

Sekretaris DPD Golkar Sleman, Ali Sahdan, menjelaskan tujuh orang yang telah mengambil formulir yakni Sri Muslimatun (Wakil Bupati), Janu Ismadi SE (Ketua DPD Golkar Sleman), Reno Candra Sangaji SIP (Kades Condongcatur), Amin Purnomo SH, Sadar Narima (Ketua DPD PAN Sleman), Nadjib Gisymar dan Danang Wicaksono Sulistya ST.

Baca Juga: Tekad Ali Bauw-Yohanis Manibuy Kembalikan Kejayaan Golkar Di Teluk Bintuni

Namun yang sudah mengembalikan formulir pendaftaran baru tiga yaitu, Janu Ismadi, Reno Candra Sangaji dan Sadar Narima. “Baru tiga orang yang mengembalikan. Lainnya pada hari terakhir pendaftaran, Sabtu (8/2/2020) kemarin,” jelas Ali Sahdan.

Setelah pendaftaran ditutup, tim DPD Golkar Sleman akan melakukan verifikasi terhadap berkas para bakal calon. Selanjutnya dilakukan survei internal Partai Golkar. Hasilnya, tim akan membawa ke rapat pleno.

“Harapan kami nanti muncul 3-5 orang bakal calon dalam rapat pleno itu. Kemudian akan kami konsultasikan ke DPD Golkar DIY. Setelah itu akan dilakukan surve umum ke masyarakat untuk melihat elektabitas para bakal calon,” terangnya.

Baca Juga: Airlangga Ungkap Golkar Berpeluang Dukung Gibran di Pilkada Surakarta 2020

Dalam survei kedua itu, tim ingin mencari bakal calon yang memiliki elektabitas paling tinggi. Kemudian nanti dua calon yang memiliki elektabitas tinggi akan kembali dikominikasikan ke DPD Golkar DIY. “Setelah itu akan kami sampaikan ke DPP bersama dengan DPD Golkar DIY untuk dimintakan SK rekomendasi penetapan calon kepala daerah,” tutur Ali.

Sementara itu, sebanyak 12 orang bakal calon (balon) yang ingin menjadi kandidat bupati ataupun calon wakil bupati dalam Pilkada Kabupaten Bantul mendaftar di Partai Golkar.

“Kami mengadakan penjaringan balon Pilkada sejak beberapa waktu lalu hingga Rabu (5/2/2020), terdapat 12 orang pendaftar. Dari jumlah tersebut, lima orang mendaftar sebagai cabup dan tujuh orang sebagai cawabup,” ujar Ketua DPD Golkar Bantul, Paidi.

Mereka yang mendaftar sebagai cabup antara lain Agus Santosa, Jati Nur Cahyo, Kusilah, Mahmud Ardi Widanto dan Suharsono.

 

Baca Juga: Paham Radikalisme Tinggi, Adde Rosi Khoerunnisa Sebut Banten Masuk Zona Merah Terorisme

Sementara tujuh pendaftar cawabup yakni Arni Tyas Palupi (kader Golkar yang juga anggota DPRD), Dewata Eka Putra, Erwin Nizar (politisi Golkar), Nur Rahmat JP (Ketua DPC Demokrat Bantul), Setiya (mantan anggota DPRD), Totok Sudarto (mantan Kepala Dinas Pendidikan Bantul) dan Yulardi Hamdani (kalangan profesional).

Sekretaris DPD Golkar DIY Agus Subagyo menambahkan dari 12 nama tersebut akan diambil antara 5 hingga 10 balon untuk dikonsultasikan ke DPP. “Meski dari DPD telah mengusulkan, namun DPP tetap bisa mengusulkan nama lain di luar yang diusulkan daerah. Itu sah saja,” jelasnya. {krjogja.com}

fokus berita : #Ali Sahdan #Agus Subagyo


Kategori Berita Golkar Lainnya