11 Februari 2020

Berita Golkar - Tim penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Berau, telah menetapkan enam bakal calon saat menggelar rapat pleno diperluas, Sabtu (8/2) lalu. Dalam pleno diperluas tersebut, tim penjaringan juga telah menyerahkan berkas enam bakal calon tersebut ke tim provinsi.

Disampaikan Sekretaris DPD Golkar Kaltim Abdul Kadir, selain menyampaikan hasil penetapan dari tim penjaringan daerah, dalam pleno diperluas tersebut, pihaknya juga menerima dan mendengarkan aspirasi pengurus partai Golkar di Bumi Batiwakkal. Khususnya dari 13 pengurus tingkat kecamatan (PTK), organisasi sayap, maupun organisasi pendiri dan yang didirikan.

Baca Juga: Sudah Final Kejahatan Ideologis, Dedi Mulyadi Minta ISIS Tak Dibahas Pro Kontra Lagi

Dijelaskannya, menyerap aspirasi dari pengurus di daerah, memang salah satu mekanisme yang diatur dalam petunjuk pelaksana (Juklak) DPP Partai Golkar Nomor: JUKLAK-6/DPP/GOLKAR/VI/2016, tentang Penetapan Pasangan Calon Gubernur, Calon Bupati dan Wali Kota dari Partai Golkar.

“Itu memang mekanisme partai. Harus mendengarkan aspirasi yang berkembang dari bawah (daerah),” katanya kepada Berau Post melalui sambungan telepon kemarin (10/2).

Dikatakan, aspirasi yang disampaikan para pengurus tingkat kecamatan dan organisasi dalam naungan Partai Golkar, disampaikan secara tertulis oleh masing-masing pengurus.

Seperti informasi yang dihimpun Berau Post dari beberapa pengurus Golkar Berau, aspirasi yang disampaikan PTK dan organisasi sayap Golkar kepada DPD Golkar Kaltim, sebenarnya sudah jelas menggambarkan siapa figur dari internal Golkar yang diinginkan mayoritas PTK dan organisasi sayap, untuk diusung sebagai calon bupati.

Baca Juga: Aksi #SaveBabi, Viktor Silaen Pastikan Tak Ada Pemusnahan Babi di Sumut

Selanjutnya, tim penjaringan provinsi hingga pusat, mencarikan figur pendamping sebagai calon wakil bupati yang akan diusung Golkar di Pilkada Berau tahun ini. Menanggapi informasi tersebut, Kadir tidak langsung membenarkan, tapi tidak juga membantahnya.

“Karena saya memang belum membuka dokumennya. Itu nanti baru dibuka saat digelar pleno di provinsi. Melihat aspirasi dari daerah,” terang dia.

Yang pasti, lanjut Kadir, yang diinginkan Golkar adalah mengusung kader tulen yang memiliki pengalaman dan telah berkontribusi membesarkan Golkar. Itulah yang akan diusung sebagai calon bupati dari partai Golkar.

Baca Juga: HUT AMPG Ke-18, Penyanyi Ganteng Dory Harsa Bakal Goyang Alun-Alun Karanganyar

Dari kriteria itu, ujar Kadir, kedua kader Golkar yang mengikuti penjaringan, sama-sama memenuhi kriteria tersebut. Yakni Syarifatul Syadiah sebagai Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Berau dan Seri Marawiyah sebagai Ketua Ikatan Istri Partai Golkar (IIPG) Kaltim. “Keduanya sama-sama kader biologis Golkar,” ujarnya.

Pleno tingkat Kaltim sendiri, dipastikan Kadir, akan digelar secepatnya. “Mudahan minggu ini. Nanti bersamaan dengan daerah lain juga,” katanya.

Dalam pleno provinsi tersebut, bisa saja menghasilkan keputusan siapa bakal calon yang diinginkan Golkar, baik dari tingkat daerah dan provinsi, untuk disampaikan ke DPP Golkar.

“Bisa saja itu. Bisa dari enam nama itu mengerucut menjadi dua, tiga, atau sisa satu. Bisa juga langsung satu paket calon bupati dan wakil bupati. Tinggal melihat dinamika pleno provinsi nanti. Yang jelas, Februari ini juga hasil dari Kaltim akan disampaikan ke tim pilkada pusat. Jadi tunggu saja hasilnya nanti,” ujarnya.

Baca Juga: Bupati Tanjung Jabung Barat Safrial Ambil Formulir Balon Gubernur di Golkar Jambi

Sebelumnya, Ketua Tim Penjaringan Partai Golkar Berau Ibrahim mengatakan, pada pendaftaran penjaringan yang dibuka Golkar Berau pada November 2019 lalu, terdapat sembilan kandidat yang mengambil formulir. Sembilan kandidat itu yakni Agus Tantomo, Gamalis, Taupan Madjid, Seri Marawiyah, Dewi Sartika, Rusianto, Syarifatul Syadiah, Muharram, dan Ahmad Maulana.

Namun, hingga batas akhir pengembalian formulir termasuk perpanjangan waktu hingga 21 Desember 2029, hanya enam kandidat yang resmi terdaftar. Enam kandidat bakal calon itu yakni Syarifatul Syadiah, Seri Marawiyah, Muharram, Taupan Madjid, dan Agus Tantomo, yang terdaftar sebagai bakal calon bupati.

Sementara satu-satunya kandidat yang terdaftar sebagai calon wakil bupati hanya Gamalis. “Jadi lima calon bupati dan satu wakil bupati yang terdaftar,” ujar Ibrahim, Sabtu (8/2). Dikatakan Ibrahim, Golkar berharap dapat mengusung kader terbaiknya ikut berkompetisi pada pilkada 2020 yang menyisakan beberapa bulan lagi. {berau.prokal.co}

fokus berita : #Abdul Kadir #Ibrahim #Syarifatul Syadiah #Syarifatul Syadiah


Kategori Berita Golkar Lainnya