13 Februari 2020

Tokoh Senior Tjok Pemecutan Ingin Golkar Bali Dipimpin Kader Pemersatu

Berita Golkar - Tjok Pemecutan di Puri Pemecutan Jalan Thamrin Nomor 2 Denpasar, Selasa (11/2) siang mengatakan Golkar Bali harus dipimpin kader pemersatu. Tjok Pemecutan menyebutkan selama ini Golkar terus terpecah, karena kepemimpinan saling sikut seperti semut berebut masuk lubang.

"Lubangnya kecil saling sikut. Karena kepemimpinan yang tidak memiliki nafas merangkul dan pemersatu. Maka di Musda Golkar Provinsi Bali ini para pemegang hak suara harus memilih yang punya komitmen mempersatukan kader tanpa kepentingan pribadi dan kelompok," ujar mantan Ketua DPRD Badung ini.

Tjok Pemecutan mengatakan dirinya tidak mau tunjuk hidung siapa, pada era kepemimpinan siapa, Golkar Bali terkotak-kotak dan saling sikut.

Baca Juga: Lamhot Sinaga Tagih Kontribusi Positif Inalum Untuk Masyarakat Kawasan Danau Toba

 

"Nggak usah saya beber orangnya siapa. Ya saya sebagai kader minta yang memimpin berjiwa pemersatu. Tidak saling menjatuhkan untuk berebut jabatan di partai. Dan orang-orang yang direkrut supaya dipertimbangkan PDLT (prestasi , dedikasi, loyalitas, tidak tercela) dengan baik."

"Jangan yang masuk untuk berebut jabatan. Cari penghidupan di partai. Cari yang mau benar-benar kerja untuk partai," tegas mantan anggota MPR RI ini.

Soal kandidat yang saat ini muncul seperti I Wayan Geredeg dan I Nyoman Sugawa Korry menurut Tjok Pemecutan semuanya punya kans, punya kekurangan dan kelebihan. "Sugawa Korry saya simak cukup berkeringat lah. Lumayan."

"Tetapi kalau dia menjadi Ketua Golkar Bali ya harus merangkul kader di kepengurusan dengan keterwakilan kabupaten dan kota. Tidak hanya dari putra Buleleng saja. Geredeg juga demikian. Sugawa dan Geredeg sama-sama bagus," tegasnya.

Baca Juga: HUT Ke-18, Agung Satria Sitepu Siap Bawa AMPG Jadi Garda Terdepan Rangkul Kaum Milenial

Saat ini duel seru diperkirakan akan terjadi antara Sugawa Korry dengan I Wayan Geredeg. Sugawa Korry politisi asal Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng yang saat ini menjabat Sekretaris DPD I Golkar Bali.

Sugawa yang juga Wakil Ketua DPRD Bali ini secara resmi belum menegaskan maju di Musda Golkar. Namun kasak kusuk di internal Golkar, Sugawa sangat besar peluangnya hadapi Geredeg politisi asal Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem.

Geredeg yang Bupati Karangasem periode 2005-2010 dan 2010-2015 pernah menjabat Ketua DPD II Golkar Karangasem. Duel Sugawa Korry vs Geredeg karena Plt Ketua DPD I Golkar Bali disebut-sebut batal bertarung di Musda karena akan fokus di DPP Golkar sebagai Koordinator Pemenangan Pemilu Wilayah Bali, NTB, NTT. Dalam Musda Golkar nanti ada 15 suara akan diperebutkan kandidat.

Baca Juga: Pernyataan Selalu Kontroversial Bikin Gaduh, Ace Hasan Minta Menag Fachrul Razi Fokus Tupoksi

Sementara Geredeg yang  sudah menggalang dukungan membantah dikatakan gerilya. Apalagi mengutus orang untuk menghubungi kader senior Golkar, Anak Agung Ngurah Rai Wiranata. "Saya tidak ada gerilya. Demi Tuhan nggak ada. Kenal saja tidak dengan Rai Wiranata," ujar Geredeg, Selasa (11/2) siang.

Geredeg menegaskan dirinya sampai saat ini belum tetapkan apakah akan maju di Musda Golkar. Sehingga tidak mungkin dirinya gerilya mencari dukungan.

"Saya tidak pernah kenal dengan yang namanya Rai Wiranata. Mengirim orang nggak pernah. Kalau ada yang mengaku-ngaku nggak benar itu. Saya belum memutuskan maju juga," ungkap Geredeg.

Baca Juga: MKGR Sulut Gelar Pertemuan Bahas Dukungan di Musda X Golkar

Ketika disinggung dia ‘berkoalisi’ dengan Sugawa Korry karena untuk hadapi Plt Ketua DPD I Golkar Bali, Gede Sumarjaya Linggih alias Demer, yang kemungkinan maju di Musda, Geredeg menegaskan tidak ada pergerakan koalisi dengan Sugawa Korry.

"Mana ada, nggak ada. Tolonglah biar Musdanya adem dikit," ujar ayah anggota Fraksi Golkar DPRD Bali, Ni Putu Yuli Artini ini. {www.nusabali.com}

fokus berita : #Tjok Pemecutan