17 Februari 2020

Berita Golkar - JANGAN sepelekan anak muda! Sudah banyak sosok muda yang membuktikan bahwa usia tak jadi penghalang untuk melakukan hal-hal baik dan bermanfaat bagi masyarakat banyak.

Salah satunya Zigo Rolanda, seorang pengusaha muda yang juga sukses menjalani tugas legislatif di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat selama lima tahun tanpa rekam jejak tercela.

“Jangan dianggap sebelah mata anak muda ini. Umur bukan berarti penghambat untuk kita melakukan pengabdian dan inovasi. Saat ini malah banyak anak muda yang melakukan inovasi. Saya sudah buktikan dengan sikap dan perilaku selama ini,” katanya kepada Haluan Media Group sebelum dilantik sebagai Ketua DPRD Kabupaten Solok Selatan (Solsel) definitif periode 2019 - 2024.

Baca Juga: David Luther Lubis Lantik Pengurus AMPI Tapsel Periode 2020-2025

Zigo memang tak bisa dianggap sebelah mata. Ia baru empat tahun terjun ke dunia politik sebelum maju sebagai calon anggota legislatif pada Pemilu 2014. Di luar prediksi, meski pendatang baru, ia langsung melenggang mulus ke gedung DPRD Sumbar. 

Bahkan dengan perolehan suara terbanyak dibanding 64 anggota dewan lainnya. Zigo mengantongi 24.985 suara, mengungguli jumlah suara politisi senior yang lebih dulu berkiprah.

Alumnus Sekolah Manajemen Universitas Andalas angkatan 2009 itu pun menjadi anggota DPRD Sumbar termuda periode 2014-2019 dengan usia masih 23 tahun. Usia yang pada sebagian besar orang mungkin masih sibuk dengan dunianya sendiri dan belum terpikirkan untuk mewakili suara masyarakat di gedung wakil rakyat.

Baca Juga: Usai 14 Hari Observasi Virus Corona, Darul Siska Pulangkan Dua Mahasiswa Ke Kampungnya

Tak hanya sebagai politisi, pada usia itu, ia juga sudah menjadi pengusaha sukses. Pada tahun yang sama, ia sudah didapuk sebagai Ketum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Sumbar untuk periode 2014-2017. Termuda sebagai Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Hipmi Pusat.

Tiga tahun sebelumnya, saat menjadi Ketua BPC Hipmi Kabupaten Solok Selatan, ia pun termuda di jajaran Ketua BPC Hipmi se-Indonesia, dengan usia masih 20 tahun dan berstatus sebagai mahasiswa.

Satu hal, Zigo bukan politisi yang serudukan dan suka membuat kontroversi. Sikap dan perilaku itu yang ia jaga hingga kembali terpilih pada Pemilu 2019. Namun kali ini, ia tak lagi di DPRD Sumbar. Ia turun gunung ke tanah kelahirannya Solok Selatan karena memang niat awal berpolitik ingin memajukan kampung halamannya yang hingga saat ini masih berstatus daerah tertinggal.

Baca Juga: Menpora Zainudin Amali Harap One Pride MMA Terus Berkembang Dan Makin Diminati Penonton

Selain itu, ia dipercaya sebagai Ketua DPD Partai Golkar di Solok Selatan dan mengemban tugas memenangkan lagi Golkar di daerah itu setelah kemenangan pada pemilu sebelumnya.

“Memberikan pemikiran positif, semangat baru dan harapan baru untuk Solsel,” demikian impiannya untuk kampung halamannya Solok Selatan yang memiliki sumber daya alam berlimpah.

Ternyata amanah yang diembannya memimpin Golkar di Solok Selatan berhasil. Walaupun suara Golkar di Sumbar tak signifikan, tapi di Solsel, Golkar kembali memenangkan Pemilu hingga ia berhak menjadi pimpinan DPRD Kabupaten Solok Selatan.

Baca Juga: Bamsoet Nilai Pokok-Pokok Haluan Negara Penting Keniscayaan Masa Depan Bangsa

Sama halnya dengan periode pertamanya, suami dari Dea Arnolly itu kembali meraih suara tertinggi dari 25 anggota di DPRD Kabupaten Solok Selatan. Di usianya yang ke 28 tahun, tepatnya pada 25 September 2019, Zigo dilantik sebagai Ketua DPRD Solok Selatan periode 2019-2024, ketua DPRD termuda di Sumatera Barat.

Memang tak disangkal, baik di politik maupun wirausaha, Zigo adalah keturunan dari sosok politisi sekaligus pengusaha, Khairunnas, tokoh Golkar Sumbar yang juga mantan Ketua DPRD Solok Selatan.

Zigo pun tak menyangkal, ia menjadi pengusaha by nasab dan by nasib. Bahwa secara nasab di keluarga, ia merupakan keturunan kedua sebagai pengusaha. Namun, bisa dikatakan bahwa secara nasib pun ia gigih bekerja untuk jadi pengusaha.

Baca Juga: Hetifah Harap Musda Golkar Kaltim Berjalan Transparan Tanpa Politik Uang

Pengusaha kelahiran Rimbo Tangah, 10 Desember 1991 ini sudah berpikir untuk mencari uang sendiri sejak duduk di bangku sekolah. Menjadi pengusaha, menurutnya, bukanlah soal profesi, tapi mentalitas.

Bila pengusaha adalah mentalitas, maka politik bagi ayah satu anak itu adalah pengabdian. Apalagi di kampung halamannya, berbagai persoalan klasik seperti kualitas pendidikan yang cenderung rendah, kesenjangan ekonomi, dan infrastruktur, masih jadi persoalan di ‘Nagari Seribu Rumah Gadang’ itu.

“Saya ingin melihat mereka (masyarakat) bisa sejahtera dan keluar dari serba kekurangan. Selama ini masyarakat seperti pesimis dan apatis terhadap pemerintah. Itu jangan terjadi lagi,” katanya. {www.harianhaluan.com}

fokus berita : #Zigo Rolanda


Kategori Berita Golkar Lainnya