18 Februari 2020

Berita Golkar - Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Golkar Ridwan Hisjam mengatakan, energi merupakan salah satu komponen vital dalam proses produksi sebuah industri. Oleh karena itu, ketersediaan energi dalam jumlah yang memadai dan harga yang bersaing sudah selayaknya mampu mendukung pertumbuhan industri.

Selanjutnya, Ridwan Hisjam memaparkan, paradigma Kebijakan Energi Nasional (KEN) menyebutkan bahwa, energi dimanfaatkan untuk modal pembangunan dan kemakmuran rakyat, dengan cara mengoptimalkan pemanfaatannya bagi pembangunan ekonomi nasional serta, penciptaan nilai tambah di dalam negeri dan penyerapan tenaga kerja.

Baca Juga: Momentum Regenerasi, Abdul Rahman Farisi Siap Jadi Ketua Golkar Sultra

“Saat ini, pemanfaatan migas dalam negeri diharapkan dapat mengerakkan industri di dalam negeri, bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan nilai produk dalam negeri,” kata Ridwan di Media Center Parlemen, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa 18 Februari 2020.

Seperti diketahui, porsi pemanfaatan gas bumi untuk keperluan dalam negeri kian dominan, pada tahun 2019 sebanyak 64 persen gas bumi dimanfaatkan, untuk keperluan dalam negeri yaitu 36 persen gas bumi diekspor.

“Optimalisasi pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan domistik terkendala karena mahalnya harga gas industri, oleh pengguna gas domestik,” ujarnya.

Baca Juga: Pilkada Lampung Selatan 2020, Koalisi Golkar-PKS Makin Mesra

Untuk mengatasi hal tersebut pemerintah telah mengeluarkan insentif fiskal berupa Peraturan Presiden (Perpres), nomer 40 tahun 2016 tentang penetapan harga Gas Bumi, ditargetkan dapat dilaksanakan pada 1 April 2020.

“Implementasi Perpres nomer 40 tahun 2016 tentang penetapan Harga Gas Bumi memiliki tujuan mulia, yaitu agar industri dapat memberikan nilai tambah dalam rangka mendorong perekonomian nasional,” pungkasnya. {nusadaily.com}

fokus berita : #Ridwan Hisjam


Kategori Berita Golkar Lainnya