19 Februari 2020

Berita Golkar - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Alex Noerdin menekankan pentingnya perhatian serius Pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya wilayah timur Indonesia. Tidak hanya pembangunan infrastruktur dalam bentuk jalan saja, tetapi juga pembangunan fasilitas listrik sebagai kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Dirinya mengatakan, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Oelpuah di Nusa Tenggara Timur, mampu menghasilkan listrik dari tenaga surya terbesar se-Indonesia. Hal itu diungkapkan Alex saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI ke  PLTS Oelpuah PT LEN Industri di Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, NTT, Jumat (14/2/2020).

Baca Juga: Ridwan Hisjam Sebut Energi Komponen Vital Proses Produksi Sebuah Industri

Turut mendampingi, Direktur Operasional PT. PLN (Persero), Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan Kemeterian ESDM, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Wakil Bupati Kupang, dan Direktur Utama PT. LEN Industri (Persero).

“PLTS di sini (NTT) memiliki kapasitas terbesar di Indonesia, mencapai 5 Mega Watt, tapi di seluruh NTT ini baru 7,5 Mega Watt. Perlu dorongan dari Parlemen kepada Pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di sini, terutama yang kita tinjau itu PLTS."

"Banyak sekali dapat masukan dari Wagub dan Bupati juga, terkait listrik yang mati sampai 3 hari akibat solar tidak bisa didatangkan karena ombak di laut sedang tinggi,” kata Alex.

Baca Juga: Pendataan Online, Puteri Komarudin Ingatkan BPS Tentang Keamanan Data Penduduk

Untuk itu, Politisi Partai Golkar ini menilai perlu ada terobosan dalam mengoptimalkan energi baru terbarukan (EBT) tenaga surya, sebagai pengganti cadangan bahan bakar fosil yang kian menipis.

Tidak hanya bersumber dari matahari, potensi lainnya seperti panas bumi (PLTP) dan pembangkit listrik bersumber dari air terjun (PLTA). Tidak hanya Kupang yang besar memiliki potensi, di Flores juga terdapat energi panas bumi yang bisa menjadi potensi besar bagi Provinsi NTT itu sendiri. 

“Energi baru terbarukan ini sekarang itu harus mendapatkan perhatian lebih di situ, sekarang kita baru sekedar merakit modul itu solar cell, belum membuat. Sedangkan kita potensi membuat (solar cell) itu ada, itu kan bahannya silika banyak sekali terdapat di Indonesia ini. Jadi harus ada dorongan, ayo bangun pabrik solar cell segera, kami akan dorong NTT ke Parlemen,” imbuh politisi Partai Golkar itu. 

Ke depannya, Alex menyakatan Komisi VII  DPR RI akan terus berkomitmen untuk mendukung sustainable energy, terutama dari segi legislasi.

 

Baca Juga: Ace Hasan Minta Iuran BPJS Kesehatan Tidak Dinaikkan Sebelum Data Cleansing Selesai

“Ya, ini sudah masuk Prolegnas (Program Legislasi Nasional), dan kita akan dorong ini segera  masuk Prolegnas Prioritas, karena sebenarnya jika bicara tentang EBT, ini adalah untuk masa depan anak cucu kita,” pungkas legislastor dapil Sumatera Selatan II itu.

Turut hadir Anggota Komisi VII DPR RI lainnya, diantaranya Adriana C. Dondokambey (F-PDIP), Haeny Relawati Rini (F-Golkar), Dyah Roro Esti Widya Putri (F-Golkar), H. Subarna (F-Gerindra), Kathrine A. Oendoen (F-Gerindra), Arkananta Akram (F-NasDem), Awang Faroek Ishkak (F-Nasdem), Ratna Juwita Sari (F-PKB), Sartono Hutomo (F-Demokrat), dan Rofik Hananto (F-PKS). {www.dpr.go.id}

fokus berita : #Alex Noerdin


Kategori Berita Golkar Lainnya