19 Februari 2020

Berita Golkar - Mewabahnya virus Corona di Wuhan, Provinsi Hubei Cina menyebabkan kekhawatiran di berbagai belahan dunia lainnya. Apalagi penyebaran virus juga telah sampai di beberapa negara Asia, Amerika maupun Eropa.

Kekhawatiran juga melanda warga Indonesia yang menyebabkan mereka memburu masker sebagai alat pencegahan dari terpaparnya virus corona.

Kebutuhan masker yang terus meningkat membuat harga masker meroket dan sulit didapat menjadi sorotan media asing karena dinilai lebih mahal dari harga emas.

Baca Juga: Ogah Lawan Sugianto Sabran, Abdul Razak Siap Mundur Dari Kontestasi Pilgub Kalteng 2020

Menyikapi hal itu, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan kepolisian untuk menyelidiki kenaikan harga yang dianggap berlebihan. Ada indikasi tindakan mengambil keuntungan yang berlebihan (excerssive margin).

Sementara itu, Anggota DPR RI Bobby Adhityo Rizaldi meminta pemerintah melalui BUMN membuat kebijakan dengan memproduksi masker lagi untuk menekan harga masker yang mahal dan juga memenuhi kebutuhan dalam negeri.

“Saya berharap BUMN melalui PT RNI bisa membuat masker lebih banyak lagi untuk menekan harga masker dan mengatasi kelangkaan di dalam negeri,” kata Bobby saat ditemui media di kawasan DPR RI, Selasa (18/2/2020).

Baca Juga: Ilyas Akbar Almadani Targetkan Satu Dapil Satu Kader AMPG Lolos ke DPRD Karanganyar 2024

Seperti yang diketahui, permintaan masker tak hanya melonjak di dalam negeri tapi juga dari luar negeri. Beberapa hari lalu BUMN pun mendapat pesanan 2 juta Masker dari Intermilan.

Untuk itu, Ketua DPP Partai Golkar ini berharap tak hanya dijadikan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan dari ekspor saja, tapi penting untuk mengutamakan kebutuhan dalam negeri.

“Ketersediaan masker secara massal dan terjangkau oleh masyarakat adalah upaya ketahanan negara dalam menghadapi dampak wabah virus corona,” kata Bobby. {jakarta.tribunnews.com}

fokus berita : #Bobby Adhityo Rizaldi


Kategori Berita Golkar Lainnya