21 Februari 2020

Berita Golkar -  Partai Golongan Karya (Golkar) Klaten resmi ceraikan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Klaten. Kedua partai tersebut sempat menjalin koalisi beberapa bulan lalu.

Keputusan itu disampaikan langsung Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Golkar Klaten, Yoga Hardaya usai rapat tentukan sikap ceraikan PDIP karena lebih memilih Aris Prabowo sebagai wakil Sri Mulyani di kantornya, Jum'at, (21/2/2020). "Keputusan ini sudah diputuskan usai Golkar adakan rapat yang di hadiri pengurus," ungkap Yoga.

Yoga mengatakan partainya akan membuka pendaftaran Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Klaten berdasarkan perintah Dewan Pimipinan Daerah (DPD) I Provinsi. "Berdasarkan dari perintah pengurus DPD II, kami akan membuka pendaftaran cabup dan cawabup Klaten," ujarnya.

Baca Juga: Ogah Cari Yang Lain, Golkar Kubar Dukung Yang Sudah Ada Saja Untuk Pimpin Golkar Kaltim

Ia menyebutkan syarat-syarat yang harus dilalui oleh pendaftar dari parpol salah satunya memiliki jumlah kursi suara minimal 3 di DPRD. "Banyak syarat-syaratnya, tapi yang terpenting punya minimal 3 kursi," ungkap.

Lebih lanjut dia menjelaskan, syarat tersebut supaya bisa membuat kubu sendiri saat mengusung cabup dan cawabup Klaten. "Syarat itu wajib, karena syarat mendaftarkan diri cabup dan cawabup Klaten minimal mempunyai 10 kursi, sedangkan partai kami hanya memperoleh 3 kursi," terangnya.

Saat ini pihaknya sudah menerima dua  orang yang ingin mendaftarkan dirinya lewat jalur Golkar. "Dua orang tersebut bernama One Krisnata dan Arief Budiyono," ungkapnya.

Dari informasi yang dihimpun TribunSolo.com, One adalah  pengusaha perhotelan sekaligus Ketua DPC Demokrat Klaten. Sedangkan Arief Budiyono diketahui sebagai seorang pengusaha di Klaten.

Baca Juga: RUU Ketahanan Keluarga, Inisiatif Endang Maria Astuti Cegah Anak Terpapar Narkoba dan Pornografi

Ditolak PDIP

PDIP menolak nama Ketua DPD Partai Golkar Klaten, Yoga Hardaya yang disodorkan untuk mendampingi Sri Mulyani di Pilkada 2020. Adapun DPP PDIP lebih memilih kadernya sendiri, Aris Prabowo.

Meskipun koalisi PDIP dengan Partai Golkar sudah dituangkan pada 19 September 2019 lalu. Wakil Ketua DPD Partai Golkar Klaten, Triyono mengaku partainya saat ini masih belum bisa memutuskan.

"DPD Partai Golkar Klaten masih belum mengambil keputusan sekarang," ucap Triyono di Kantor DPRD Klaten, Kamis (20/2/2020). "Kami perlu berunding dahulu," jelas dia menekankan.

Baca Juga: Supriansa Dukung Rencana Sri Mulyani Terapkan Cukai Minuman Berpemanis

Wakil Ketua yang membidangi Hukum, HAM, Pendidikan, Cendikiawan, Komunikasi, Media dan Penggalangan Opini itu mengatakan bahwa partainya masih menunggu rilis resmi DPP PDIP. "Kami masih menunggu rilis resminya," ucap Triyono.

Triyono yang juga Wakil Ketua DPRD Klaten itu menjelaskan, jika nasib koalisi Golkar dengan PDIP akan ditentukan Jumat, (21/2/2020). "Besok Jumat, kami akan adakan rapat harian untuk membahas sikap kedepan Partai Golkar paska turunnya rekomendasi PDIP," aku dia.

"Dalam rapat besok akan ditentukan Partai Golkar akan tetap koalisi dengan PDIP atau tidak," tambahnya.

Dulu Mantap Berkoalisi

Sebelumnya, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Klaten memutuskan untuk berkoalisi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Klaten.

Baca Juga: Bamsoet Desak Penegak Hukum Fokus Rampas Aset dan Miskinkan Terpidana Korupsi

Dalam koalisinya tersebut, Partai Golkar mengajukan Ketua DPD Partai Golkar Klaten, Yoga Hardaya sebagai Calon Wakil Bupati Klaten untuk mendampingi Calon Bupati Klaten dari PDIP Klaten, Sri Mulyani pada Pilkada Klaten 2020.

Dalam pidatonya, Sri Mulyani memperingatkan pihak Golkar untuk tidak selingkuh. "Ini kita sudah menjadi keluarga tentunya tidak bisa digoda oleh yang lain," ungkap dia, Kamis (19/9/2019).\

"Jangan selingkuh ya Pak Yoga," katanya yang langsung disambut tepukan tangan dari anggota koalisi partai.

Sri Mulyani mengingatkan bahwa jika sudah berkomitmen untuk berkoalisi jangan PDIP, jangan berpindah alias selingkuh. "Dengan acara silaturahmi dan pernyataan sikap dari DPD Golkar untuk berkoalisi dengan PDIP, kami sangat berterima kasih dan kami membuka pintu setulusnya," jelas dia.

Serba Mungkin

"Tapi di dunia politik itu segalanya mungkin, apa saja mungkin, mungkin nanti yang maju juga bukan saya nanti bisa juga Pak Yoga juga tidak," katanya.

Baca Juga: Musda Golkar Kalbar, Ria Norsan Siap Jadi Ketua Lagi Bila Direstui DPP

Namun dari semua kemungkinan tersebut, dirinya berharap PDIP dan Golkar tetap menjadi keluarga. "Intinya ke depan mari kita sukseskan Kabupaten Klaten tercinta ini, Klaten semakin maju dan berdaya saing," jelasnya.

Terbentuknya koalisi ini ditandai dengan pemberian buah pisang dan surat kesepakatan bersama kepada Sri Mulyani yang saat menjadi petahana atau Bupati Klaten. Sebelumnya, Bupati Klaten, Sri Mulyani telah memastikan maju sebagai bakal calon bupati (cabup) dari PDIP dalam Pilkada Klaten 2020.

Meskipun telah ada yang mencalonkan diri sebagai wakil bupati, Sri Mulyani tetap membuka penjaringan untuk posisi cabup dan cawabup di Pilkada 2020. Adapun dalam Pileg 2019, PDIP meraih 19 kursi di DPRD Klaten, sedangkan Partai Golkar berada di posisi kedua meraup 7 kursi di DPRD Klaten. {solo.tribunnews.com}

fokus berita : #Yoga Hardaya #Sri Mulyani


Kategori Berita Golkar Lainnya