21 Februari 2020

Berita Golkar - Komisi III DPR mengadakan kunjungan kerja spesifik di Akademi Kepolisian (Akpol), Semarang, Jawa Tengah, Jumat (21/2/2020). Kedatangan rombongan disambut langsung Gubernur Akpol Inspektur Jenderal Fiandar.

Upacara kehormatan pun dilaksanakan di pintu gerbang masuk Akpol. Rombongan dipimpin Wakil Ketua Komisi III Adies Kadir. Selain itu turut hadir Wakil Ketua DPR yang juga anggota Komisi III Azis Syamsuddin.

Saat rapat bersama jajaran Akpol, Azis berharap Akpol dapat bekerja sama dengan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri. Azis pun mengusulkan agar Akpol dan Lemdiklat diisi perwira-perwira terbaik.

Baca Juga: Bamsoet Desak Penegak Hukum Fokus Rampas Aset dan Miskinkan Terpidana Korupsi

 

"Penempatan orang di Akpol dan Lemdiklat jangan dianggap kelas tiga. Harus orang yang first class (terbaik). Saya nanti dalam rapat dengan Bapak Kapolri akan usulkan ini," kata Azis.

Berkaitan dengan sarana dan prasarana, Azis meminta gubernur Akpol membuat daftar kebutuhan. "Nanti kami di tingkat pimpinan DPR secara kebijakan menetapkan anggaran. Jadikanlah ini kesempatan kita untuk menjadikan Akpol lebih baik," ujar Azis.

Sementara itu, Adies menegaskan pihaknya sangat menaruh perhatian serius terhadap pendidikan Akpol. "Ini satu perhatian sangat luar biasa, apalagi dihadiri Wakil Ketua DPR. DPR dan Komisi III sangat memerhatikan pendidikan yang ada di kepolisian. Akpol merupakan kawah candradimuka. Di sini polisi digembleng dan ditempa," kata Adies.

Baca Juga: Supriansa Dukung Rencana Sri Mulyani Terapkan Cukai Minuman Berpemanis

Gubernur Akpol berterimakasih atas atensi yang diberikan DPR. "Hampir semua mendukung pembenahan Akpol khususnya terkait anggaran," kata Fiandar. Di sisi lain, Fiandar menyatakan budaya kekerasan di Akpol terus-menerus diupayakan untuk dihilangkan.

"Kami berkomitmen menghilangkan budaya kekerasan antara senior junior. Kami sudah lakukan pembenahan dalam bentuk mencari akar permasalahan. Ternyata ada budaya negatif yaitu senior merasa lebih berkuasa. Kami ingin mengikis itu," tegas Fiandar.

Fiandar menambahkan, pengawasan dilakukan dengan memasang kamera pengawas. Apel-apel ilegal pun sangat dipantau. "Hukuman berat sejauh ini ada 14 orang dipecat, itu tahun 2017. Sanksi paling ringan turun pangkat atau turun tingkat yang ini sudah cukup keras. Sanksi paling berat pemecatan," imbuh Fiandar.

Baca Juga: Golkar Kalbar Usung Martin Rantan di Pilkada Ketapang 2020

Adapun rombongan komisi III yang melakukan kunjungan di antaranya Arsul Sani dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, Marinus Gea, Arteria Dahlan, Bambang DH dan Ichsan Soelistio dari Fraksi PDI Perjuangan, Eva Yuliana dari Fraksi Partai Nasdem, Supriansyah dan Ade dari Fraksi Partai Golkar, Aboe Bakar Al Habsy dari Fraksi PKS, dan Mulyadi dari Fraksi Partai Demokrat. {www.beritasatu.com}

fokus berita : #Azis Syamsuddin


Kategori Berita Golkar Lainnya