21 Februari 2020

Ini Tiga Agenda Utama Musda Golkar Kaltim Awal Maret Mendatang

Berita Golkar - Ada tiga agenda utama dalam Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Kaltim pada awal Maret 2020 mendatang. Hal itu diungkapkan Sekretaris Panitia Pengarah (SC) Fathurrazi, kepada sejumlah awak media, belum lama ini. "Agenda Musda sesuai AD/ART. Pertama menentukan program kerja. Kedua, memilih Ketua DPD I," kata Fathur.

Ketiga, katanya, menentukan dan menetapkan dewan Pertimbangan Partai. Sebagai informasi, ada 16 pemilik suara pada Musda Golkar mendatang. "Insya allah seluruh peserta siap hadir," kata Fathur.

Sementara itu, menjelang Musda Golkar Kaltim, DPD I sudah mengirim surat kepada DPP, pelaksanaan antara 1 sampai 4 Maret. Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kaltim hampir dipastikan digelar awal Maret mendatang.

Baca Juga: Dijagokan Jadi Ketua Golkar Bali, Ini Tanggapan Bijak Sugawa Korry

Hal itu diungkapkan Sekretaris DPD I Golkar Kaltim Abdul Kadir, kepada sejumlah awak media belum lama ini. Panitia Musda katanya, hampir menyelesaiakan seluruh tugasnya untuk menyiapkan seluruh materi.

"Kesiapan teknis juga sudah clear. Surat resmi juga sudah kami kirim ke DPP. Musda digelar antara tanggal 1 hingga 4 Maret 2020 ini," kata dia.

Rencananya, kata dia, Musda Golkar Kaltim akan digelar di Hotel Selyca Mulia, Samarinda. Kemudian terkait sejumlah nama kandidat mulai bermunculan untuk maju sebagai ketua menjelang Musda Golkar Kaltim.

Bagi Kadir, hal tersebut adalah sesuatu yang lumrah. Siapa saja dipersilakan, jika memenuhi persyaratan, termasuk jika ada yang mendapatkan diskresi dari Ketua Umum DPP Golkar Airlangga Hartarto. "Banyak beredar nama (calon) di luar. Tidak masalah, silakan saja," kata Kadir.

Baca Juga: Siswanto Pastikan Golkar Gabung Koalisi PDIP di Pilkada Blora

Penjelasan Makmur Jelang Musda

Sementara itu, Makmur HAPK merupakan salah satu kandidat yang digadang maju pada musyawarah daerah ( Musda ) partai Golkar Kaltim awal Maret mendatang.

Ketua Harian partai Golkar Kaltim tersebut tak menampik adanya keinginan untuk memimpin partai berlambang pohon beringin, menggantikan Rita Widyasari. "Low profile saja. Ambisi manusia pasti ada, tapi tidak ambisius.

Karena tanggung jawab ini ( menjadi Ketua Golkar Kaltim ) bukan main-main," ungkapnya, kepada sejumlah awak media, Kamis (20/2/2020). Makmur HAPK menegaskan, dirinya tak ingin ada polemik pada Musda mendatang.

Baca Juga: Fahsar Padjalangi Punya Kans Besar Gantikan Nurdin Halid Pimpin Golkar Sulsel

Apalagi sampai mengulang polemik Musda yang pernah berlangsung sebelumnya. "Biar Musda mengalir seperti biasa. Supaya ada ketenangan. Jangan terulang masa lalu kita," lanjut Makmur HAPK.

Makmur menjelaskan makna mengalir, yang berarti dirinya siap mengikuti aturan yang berlaku. "Kalau memang ada sesuatu syarat-syarat. Bagi saya, ya saya ikuti. Saya siap mengikuti, itu saja," jelasnya.Soal dukung mendukung, Makmur HAPK enggan berbicara banyak. Baginya, biarkan saja mengalir, biarkan pemilik suara memberikan penilaian.

"Ini kan kita merebut soal tanggung jawab loh. Tanggung jawab moril, bicara partai kan soal peran di masyarakat. Tunggu saja nanti, pemilik suara akan memberikan penilaian. Kita pasti ada kekurangan dan kelebihan," ucap Makmur.

Baca Juga: Sumber Utama Emisi Karbon, Misbakhun Usulkan Bahan Bakar Dikenai Fuel Surcharge

Bagi Makmur, hal terpenting ialah Musda berjalan dengan ketenangan dan penuh rasa kebersamaan. Selain itu, pada kesempatan yang sama Makmur HAPK menegaskan, dirinya tak pernah menyatakan telah mengalihkan dukungan ke pihak siapapun.

Kalau secara lisan menilai sosok tertentu layak memimpin, bagi Makmur hal tersebut adalah lumrah. "Misal saya menilai pak Haji Alung ini layak. Karena kader berpengalaman juga di Golkar. Wajar kan? (bukan berarti mengalihkan dukungan)," ungkapnya. {kaltim.tribunnews.com}

fokus berita : #Abdul Kadir #Fathurrazi #Makmur HAPK