23 Februari 2020

Berita Golkar - Golkar Bali akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda), Senin (24/2), setelah sebelumnya sempat dijadwal ulang sesuai permintaan pihak DPP. Pemilihan Ketua DPD I Golkar Bali bakal menjadi salah satu agenda utama Musda. Minggu (23/2) malam, proses persiapan masih berlangsung dengan dilangsungkannya gladi bersih.  

Sejauh ini, nama I Gde Sumarjaya Linggih masih mengerucut sebagai calon ketua DPD I Golkar Bali. Terlebih dia secara terbuka sudah menyatakan diri ikut dalam proses perebutan kursi kepemimpinan Golkar Bali. Bahkan siap melepas posisinya sebagai ketua DPP Golkar Bidang Pemenangan Pemilu (Bappilu) Wilayah Bali, NTT, NTB.

Baca Juga: Musda Golkar Bali, Demer Klaim Didukung Penuh Mayoritas Pemegang Hak Suara

Sejatinya ada juga nama Nyoman Sugawa Korry yang masuk bursa. Namun, belakangan sekretaris DPD I Golkar Bali tersebut menyatakan mundur. Alasannya, ingin menjaga soliditas partai setelah Golkar Bali dihadapkan pada konflik internal bertubi-tubi.

Kemudian, ada juga nama I Wayan Geredeg, mantan ketua DPD II Golkar Karangasem. Namun sampai sejauh ini, Geredeg belum secara terbuka mengatakan akan mencalonkan diri.

Kendati dia menyebutkan, siapapun di internal partainya berhak untuk mencalonkan diri atau dicalonkan ke posisi itu. Ditambah lagi dengan kabar dirinya sempat menggaet dukungan dari beberapa DPD II di sejumlah wilayah.

Demer sendiri sempat mengutarakan alasannya membidik posisi ketua DPD I Golkar Bali. Bahkan menyatakan dirinya sudah mendapatkan dukungan dari sembilan DPD II di tingkat kabupaten/kota.

Baca Juga: Hari Peduli Sampah Nasional, Dyah Roro Esti Ajak Masyarakat Lakukan Hal Ini

Dalam berapa kali kesempatan menjelang pelaksanaan Musda, Demer mengungkapkan alasan tersebut, termasuk mendapatkan keleluasaan untuk memilih bertugas di partai oleh Ketua Umum DPP Golkar, Airlangga Hartarto.

“Saya sudah lapor ke Pak Airlangga. Dan beliau sudah persilahkan saya. Mana yang menurut Demer terbaik. Artinya dipersilahkan memilih. Merangkap tidak bisa. Saya sudah putuskan memilih di Bali,” ungkap Demer.

Dia sendiri mengaku berterima kasih kepada pihak DPP yang sebelumnya menempatkan dirinya kembali di jajaran kepengurusan partai di pusat. Menempati posisi ketua DPP Golkar Bappilu Wilayah Bali, NTB, NTT. Namun di balik kepercayaan itu, dia juga mempertimbangan soal tanggung jawab.

Baca Juga: Demi Kepastian Hukum, Bamsoet Nilai Tepat KPK Hentikan 36 Penyelidikan

“Di balik kepercayaan itu tentu ada tanggung jawab. Saya harus imbangi dengan tanggung jawab. Mudah-mudahan saya bisa bertanggung jawab dengan kemajuan Golkar selanjutnya kalau seandainya saya bisa menang,” sebutnya.

Apalagi, dalam waktu dekat akan berlangsung Pilkada serentak. Dia ingin fokus pada upaya pemenangan di enam kabupaten/kota di Bali yang akan menghelat Pilkada.

Sementara posisinya di DPP mengharuskan tanggung jawab di zona wilayah Bali, NTB, dan NTT, dengan fokus perhatian yang lebih luas. Bahkan dalam Pilkada, 23 September 2020 nanti, di tiga provinsi ini ada 22 pilkada.

Baca Juga: Gelar Jalan Sehat, Bamsoet Ikut Kampanyekan Pengurangan Sampah Plastik

“Jadi kalau saya bisa di Bali, saya akan fokus (upaya pemenangan pilkada) di enam kabupaten/kota,” pungkasnya.

Di lain pihak, Geredeg yang dikonfirmasi semalam, belum memberikan keterangan secara rinci, apakah dirinya akan ikut dalam proses pemilihan ketua DPD I Golkar Bali. Saat dikonfirmasi, dia tidak langsung memberikan jawaban. “Sebentar ya. Saya masih menerima telepon lain. Hubungi nanti saja,” jawabnya singkat. {baliexpress.jawapos.com}

fokus berita : #Gde Sumarjaya Linggih


Kategori Berita Golkar Lainnya