23 Februari 2020

Berita Golkar - WAKIL Ketua Komisi VIII DPR RI, Ace Hasan Syadzily berpendapat, program Citarum Harum harus memberikan nilai manfaat bagi masyarakat. Terutama manfaat ekonomi sehingga masyarakat merasakan nilai tambahnya.

"Semua pihak harus mendukung program Citarum Harum. Namun, program ini juga tidak boleh mengorbankan masyarakat yang sumber mata pencahariannya dari bercocok tanam," kata Ace di Padalarang, Ahad (23/2/2020).

Oleh karena itu, menurutnya harus ada kombinasi antara tanaman musiman seperti sayur mayur dan penanaman pohon keras yang memiliki nilai ekonomis bagi warga, seperti kopi, alpukat, dan lain-lain.

Baca Juga: Hari Peduli Sampah Nasional, Dyah Roro Esti Ajak Masyarakat Lakukan Hal Ini

"Akhir pekan ini saya melakukan kunjungan ke Dapil saya di Kabupaten Bandung bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen (TNI) Doni Monardo. Kami meninjau Program Citarum Harum yang salah satunya berlokasi di hulu sungai Citarum, Desa Tarumanagara, Kertasari, Kabupaten Bandung," ujar Ace.

Ia berpendapat, upaya penyelamatan Sungai Citarum melalui program Citarum Harum harus melibatkan banyak pihak baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan masyarakat. Dilaksanakan harus komprehensif melibatkan semua unsur masyarakat.

"Melalui program Citarum Harum, hulu Citarum dikembalikan pada fungsi semula. Bahwa program ini patut didukung dan melibatkan semua pihak," jelas Ace.

Baca Juga: Meutya Hafid Sebut Golkar Siap Terima Masukan Terkait Pers di RUU Omnibus Law

Sebagaimana diketahui, Citarum merupakan sungai yang mengalir ke beberapa daerah di Jawa Barat bahkan sampai ke DKI Jakarta. Sungai Citarum melewati Bandung, Bandung Barat, Purwakarta, Karawang, Bekasi dan berujung di Jakarta. Selain sering menjadi penyebab banjir, Sungai Citarum juga tercemar limbah karena kerapkali menjadi pembuangan limbah industri dan rumah tangga.

Menurutnya, pemerintah terus mengupayakan revitalisasi Sungai Citarum. Komitmen ini ditunjukkan Presiden Jokowi dengan mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum yang ditandatangani pada 14 Maret 2018 lalu. "Program Citarum Harum ditargetkan selama tujuh tahun," ucapnya.

Ia mengatakan, bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen (TNI) Doni Monardo melakukan penghijauan di hulu Sungai Citarum, Desa Tarumanegara, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Sabtu (22/2/2020).

Baca Juga: Yahya Zaini Sebut Pancasila Satu-Satunya Cara Terhindar Dari Paham Radikalisme

Untuk mewujudkan Citarum Harum, politisi Partai Golkar ini mengajak seluruh masyarakat menjaga Citarum dari pencemaran limbah industri dan rumah tangga.

"Yang harus terus diupayakan adalah menjaga DAS Citarum agar tetap terjaga dari limbah industri maupun rumah tangga. Selain melakukan rekayasa pengaturan air, melalui normalisasi, sodetan, kolam retensi dan terowongan air, juga perlu penegakan hukum bagi pihak-pihak yang menggunakan Citarum sebagai pembuangan limbah," tegasnya. {www.galamedianews.com}

fokus berita : #Ace Hasan Syadzily


Kategori Berita Golkar Lainnya