27 Februari 2020

Langkah Antisipasi, Bobby Rizaldi Ungkap Komisi I DPR Bentuk Panja Ketahanan Virus Corona

Berita Golkar - Anggota Komisi I DPR RI Bobby Adhityo Rizaldi mengakui penyebaran virus corona sudah mengkhawatirkan karena sudah mewabah di berbagai negara. Untuk mengantisipasinya, Komisi I DPR sepakat membentuk Panitia Kerja (Panja) Ketahanan virus corona.

Dalam proses pembahasan, Komisi I DPR akan membahas dengan mitra utama seperti Kementerian Pertahanan dan Badan Intelijen Negara (BIN) mengenai langkah antisipasi supaya virus corona tidak menjalar ke Indonesia.

Salah satunya, menurut Bobby, Panja ini akan memastikan kelengkapan instrumen ketahanan negara dalam menghadapi dampak multidimensi virus corona, baik dari aspek kesiapan pencegahan penyebaran, penangkalan, dan pemulihan, dan dampak ekonomi.

Baca Juga: AMPG dan KPPG Pastikan Dukung Andi Rachman di Musda Golkar Riau 2020

“Tentu dampaknya multidimensi, untuk itu kita harus siapkan secara komprehensif,  mulai  dari evaluasi peralatan deteksi dini, karantina hingga pemulihan di seluruh Indonesia," paparnya.

Politisi Partai Golkar ini juga membeberkan jika tugas Panja untuk memastikan dalam memonitor kesiapan lembaga negara dalam mengantisipasi pelambatan transaksi ekonomi atas hal tersebut, seperti  sektor importasi bahan baku atau ekspor hingga sektor pariwisata yang pasti akan terdampak.

Dilanjutkan dia, jika tidak segera diantisipasi akan berdampak lebih buruk lagi untuk Indonesia khususnya dalam perkembangan ekonomi bangsa.

Baca Juga: Ulama Doakan John Kenedy Aziz Terpilih Pimpin Golkar Sumbar

Seperti diberitakan, Menteri Keuangan Sri Mulyani saat menghadiri acara Indonesian Economi Outlock 2020 di Ballroom Hotel Ritz Calton Jakarta, Rabu 26 Februari 2020 mengakui penyebaran Virus Corona memberikan dampak ekonomi yang sangat  besar dan mulai mengkhawatirkan, resikonya lebih tinggi jika melihat penyebaran virusnya yang makin meluas.

“Munculnya corona virus ini timbulkan dinamika cepat, hanya dalam waktu 2 minggu maka seluruh proyeksi dan assessment terhadap resiko 2020 berubah, resiko lebih tinggi,” kata Sri Mulyani.

Hingga saat ini belum ada tanda-tanda wabah virus ini meredup, malah penyebarannya semakin merajalela hingga ke timur tengah. {telusur.co.id}

fokus berita : #Bobby Rizaldi