29 Februari 2020

Antisipasi Konflik di India, Meutya Hafid Minta Kemenlu Pastikan Keamanan WNI

Berita Golkar - Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid meminta Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) memastikan keamanan warga negara Indonesia (WNI) di India.

Hal ini disampaikan Meutya, menyusul kerusuhan yang terjadi di India akibat pro dan kontra masyarakat terhadap Undang-Undang Kewarganegaraan.

Meutya meminta, Kemenlu segera berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia ( KBRI) di India untuk mendata dan memastikan keamanan WNI.

Baca Juga: Ini Respons Menpora Zainudin Amali Terkait Isu Batalnya Olimpiade Tokyo 2020

"Kami meminta Kemenlu segera berkoordinasi dengan perwakilan kita di sana, apa eskalasi meningkat," kata Meutya di kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta, Jumat (28/2/2020).

"Yang paling utama di data dulu semua. kemudian diperiksa satu-satu bagaimana kondisi dari warga negara kita," sambungnya.

Meutya mengatakan, Kemenlu harus senantiasa memperhatikan gejolak yang terjadi India. Menurut dia, apabila kerusuhan di India semakin parah, pemerintah sebaiknya mengambil langkah strategis, misalnya dengan memulangkan warga negara Indonesia (WNI).

Baca Juga: Menangkan Pilkada Klaten 2020, Golkar Jalin Koalisi Dengan Demokrat

"Kalau memang sudah rawan betul dan perlu langkah-langkah strategis pemulangan dan lain-lainnya, maka perlu dipertimbangkan teknis pemulangannya nanti," ujar Meutya.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 23 orang tewas dalam kerusuhan di India. Kerusuhan ini terjadi karena pro-kontra masyarakat tentang UU Kewarganegaraan India.

UU ini dinilai merugikan umat Muslim karena memberi amnesti untuk imigran non-Muslim dari tiga negara tetangga yang mayoritas penduduknya memeluk agama Islam.

Kerusuhan merebak mulai Minggu (23/2/2020) dan sampai hingga Rabu (26/2/2020) telah menewaskan 23 orang, menurut laporan dari BBC. {nasional.kompas.com}

fokus berita : #Meutya Hafid