29 Februari 2020

Berita Golkar - Anggota Komisi III DPR Andi Rio Padjelangi menyatakan rasa keprihatinannya atas tewasnya puluhan umat muslim India yang dibunuh, dianiaya hingga rumah dan masjid yang dibakar. Tewasnya puluhan umat muslim itu merupakan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang sadis dan sangat biadab.

"Partai Golkar prihatin dan berduka cita atas insiden yang telah memakan korban jiwa ini, " kata Andi Rio yang juga Ketua Bidang HAM DPP Partai Golkar, di Jakarta, dalam siaran persnya, Sabtu (29/2/2020).

Tokoh muda partai berlambang beringin itu menyesalkan negara India gagal membangun komunikasi untuk meredam aksi unjuk rasa yang kini telah berujung pada tewasnya sejumlah orang, baik dari sisi umat Muslim maupun Hindu.

Baca Juga: Atasi Banjir DKI-Jabar, Dedi Mulyadi Usul Lebarkan Sungai dan Angkat Sedimentasi

"Negara India mestinya bisa belajar dari Indonesia yang mampu menjaga toleransi antarumat beragama. Kami harap umat Islam di India, dihormati secara layak, " kata Andi yang juga Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI itu.

Kepala Menteri New Delhi Arvind Kerjiwal menyebut kekerasan yang telah berlangsung selama tiga hari itu "mengkhawatirkan" dan mengatakan polisi telah kehilangan kepercayaan publik. "Tentara harus dipanggil dan jam malam diberlakukan di daerah yang terkena dampak di timur laut kota segera," katanya sebagaimana dilansir Independent, Rabu (26/2/2020) waktu setempat.

Laporan dan video saksi di media sosial menunjukkan sebuah tempat ibadah muslim dibakar dan sebuah masjid dirusak dan dibakar di lingkungan Ashok Nagar, dengan bendera dewa Hindu Hanuman dikibarkan di atapnya.

Baca Juga: Pilkada Tomohon 2020, Elektabilitas Miky Wenur Tertinggi di Internal Golkar

Jumlah korban yang terluka dalam bentrokan, baik Hindu dan Muslim, telah meningkat tajam, melebihi 250 orang. Pejabat rumah sakit mengatakan mereka merawat banyak korban karena luka tembak, sementara yang lain dipukuli dengan tongkat, menderita luka tikam atau terluka karena melompat dari ketinggian.

Dilansir dari BBC, setidaknya 13 orang tewas (baik Hindu maupun Muslim) terbunuh dalam kerusuhan tersebut. Sumber lain mengatakan, 23 orang tewas. Dari 13 korban tewas, seorang polisi dinyatakan gugur. Dia bernama Ratan Lal. Selain itu, ada seorang reporter saluran lokalIndia JK 2.

“Kejadian ini tidak sepantasnya terjadi di era seperti ini, terjadi sebuah sentimen yang luar biasa sehingga menelan korban dan lainnya," kata dia. {www.beritasatu.com}

fokus berita : #Andi Rio Idris Padjalangi


Kategori Berita Golkar Lainnya