04 Maret 2020

Berita Golkar - Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta masyarakat untuk tetap tenang dan jangan panik setelah ada positif terinfeksi virus corona di Indonesia. Apalagi bereaksi memborong barang kebutuhan dari pasar dan supermarket. "Jangan panik," ujar Wakil Ketua DPR dari Fraksi Golkar Aziz Syamsuddin, Rabu (4/3/2028).

Mantan Ketua Komisi III DPR RI ini menjekaskan, pemerintah punya perangkat yang lengkap dalam penanganan penyebaran virus ini. Menurut dia, penanganan virus corona masuk dalam ranah Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Kasus virus corona ini masuk ke dalam bencana non-alam.

Selain itu imbuh dia, pemerintah punya perangkat Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2019 tentang Peningkatan Kemampuan Dalam Mencegah, Mendeteksi, dan Merespons Wabah Penyakit, Pandemi Global, dan Kedaruratan Nuklir, Biologi, dan Kimia.

Baca Juga: Bobby Rizaldi Minta Pemerintah Siapkan Protokol Penanggulangan Dampak Virus Corona

Jadi kata dia, pemerintah pasti akan mengerahkan seluruh potensi yang dimiliki dalam menangani virus corona. Untuk itu dia meminta masyarakat tenang, beraktivitas seperti biasa dan jangan panik.

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada menyikapi pengumuman dua Warga Negara Indonesia (WNI) terinfeksi virus corona.

"Masyarakat Indonesia jangan panik, tapi tetap waspada dan ikuti saja perkembangan yang ada dari pemerintah. Terutama tips untuk menjaga kesehatan dari dampak virus corona," ujar politikus Gerindra ini, Selasa (3/3/2020).

Aksi borong belanjaan, tegas dia, malah membuat suasana tidak kondusif dan tidak membantu pemerintah dalam menangani virus corona. "Borong belanjaan ini justru tidak membantu, malah membuat suasana menjadi tidak kondusif," jelas Sufmi Dasco Ahmad.

Baca Juga: Wabah Virus Corona, Puteri Komarudin Himbau Masyarakat Jangan Panic Buying Dan Timbun Sembako

Dia juga mengimbau agar masyarakat Indonesia tidak termakan hoaks-hoaks yang bertebaran di media sosial oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Khususnya hoaks yang mendorong fenomena panik dan aksi borong belanjaan.

Kembali ia meminta masyarakat untuk bersikap arif dalam menyikapi setiap informasi di media sosial. Dengan begitu akan membantu pemerintah dalam bekerja untuk mengatasi virus corona.

"Jangan terlalu terpengaruh dengan hoaks-hoaks yang ada di Medsos yang mungkin sengaja digulirkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, sehingga menyebabkan fenomena panik dan memborong belanjaan di supermarket," ucapnya.

DPR: Tak Perlu Panik, Faktanya di Dunia Virus Corona Sangat Mungkin Disembuhkan

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh mengimbau masyarakat tidak perlu panik dan bereaksi berlebihan menyikapi adanya dua Warga Negara Indonesia (WNI) terinfeksi virus corona (Covid-19). Apalagi sampai memborong semua barang kebutuhan.

Baca Juga: Cegah Wabah Virus Corona, Bamsoet Minta Pemerintah Sediakan Masker Gratis di Ruang Publik

"Saya berharap masyarakat tidak perlu panik. Tidak perlu bereaksi berlebihan seperti itu," ujar politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, Selasa (3/3/2020).

Virus corona dia tegaskan, bukan jenis penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Karena berdasarkan data kasus virus corona di dunia, angka kesembuhan pasien sangat lah tinggi. "Fakta di dunia, virus corona ini sangat besar kemungkinannya untuk disembuhkan. Jadi tidak perlu bereaksi berlebihan," jelasnya.

Untuk mencegah kepanikan masyarakat, dia meminta pemerintah memberikan informasi yang detail mengenai penyebaran dan bagaimana pencegahannya. Sehingga masyarakat tahu apa yang harus mereka lakukan dan cegah untuk menghindari penyebaran virus corona.

Baca Juga: Ahmad Doli Kurnia Ungkap Golkar Targetkan Menang di 162 Dari 270 Pilkada Serentak 2020

"Pemerintah juga harus memberikan informasi seluas-luasnya, sedetail-detailnya tentang bagaimana penyebaran virus ini dan bagaimana pencegahannya. Yang penting imbauan kepada seluruh masyarakat untuk menjaga kondisi, vit tubuh dan menjaga kebersihan badan," tegasnya.

Jokowi: Faktanya Sebagian Besar Pasien Covid-19 Bisa Pulih Kembali

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan sebagian besar pasien virus corona (Covid-19) dapat sembuh di banyak negara, termasuk di pusatnya di Wuhan, Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Hal itu disampaikan Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, (3/3/2020).

"Perlu juga saya sampaikan bahwa gejala virus Covid-19 ini mirip flu dan faktanya sebagian besar pasien yang ada baik di RRT di Wuhan, kemudian di Jepang, Iran, italia, ini juga hampir semuanya dapat sembuh dan pulih kembali," ujar Jokowi.

Baca Juga: Muncul 7 Balon Ketua, Pahlevi Pangerang Ingin Aklamasi di Musda Golkar Kaltim

Karena itu Jokowi meminta masyarakat untuk tetap waspada dan tenang dengan adanya virus Corona di Indonesia. Ia juga menghimbau masyarakat untuk beraktifitas seperti biasa.

Jokowi juga menegaskan, pemerintah berupaya maksimal untuk menjaga dan melindungi masyarakat dari penyebaran virus Corona. "Dua kasus yaitu kasus-1 dan kasus-2 ini akan ditangani sebaik-baiknya oleh pemerintah dan pemerintah siap menjaga dan melindungi masyarakat dari kasus corona ini," kata Jokowi.

Menurut Presiden penanganan wabah virus Corona harus dilakukan bersama sama. Oleh karena itu ia mengatakan bahwa solidaritas bangsa Indonesia saat ini sedang diuji. "Kita akan bekerja sekeras-kerasnya dan di sinilah solidaritas sosial kita diuji dan marilah kita bersama-sama mengatasi dengan bekerja keras tapi juga tetap tenang," katanya.

Baca Juga: Bantah Rumor Dukung Joswi, Golkar Sukoharjo Merapat ke PDIP Dukung Etik-Agus

Presiden menghimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan sebagai upaya untuk mencegah penularan virus yang pertama kali mewabah di Wuhan, Cina itu. Ia meminta masyarakat untuk menjaga kebugaran tubuh sehingga imunitas terjaga.

"Terakhir kita dapat mencegah penularan virus corona ini dengan mencuci tangan, jangan menyentuh wajah sebelum mencuci tangan, jika tangan belum dicuci, jangan sering menyentuh wajah, dan hal yang terbaik adalah menjaga kebersihan dan menjaga kebugaran kita sehingga imunitas kita menjadi lebih baik," jelasnya.

Mengutip Kompas.com, kasus infeksi virus corona sampai Selasa (3/3/2020) diketahui menembus 90.000 kasus. Dari jumlah tersebut, 52 persen pasiennya telah pulih.

Data dari South China Morning Post (SCMP) pagi ini, jumlah kasus infeksi virus asal China ini sebanyak 90.899 kasus di seluruh dunia. China menjadi penyumbang terbanyak dengan 80.151 kasus, di bawahnya ada Korea Selatan (4.812 kasus), dan Italia (2.036 kasus). {www.tribunnews.com}

fokus berita : #Azis Syamsuddin


Kategori Berita Golkar Lainnya