05 Maret 2020

Berita Golkar - Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dodi Reza Alex terpilih sebagai Ketua DPD I Golkar Sumsel periode 2020-2025. Dodi terpilih melalui Musyawarah Daerah (Musda) ke X Golkar Sumsel di Hotel Santika Premiere Palembang, Kamis (5/3/2020).

Meski diwarna aksi Walk Out (WO) sejumlah DPD II Kabupaten/ kota serta ormas yang memiliki hak suara, namun pimpinan sidang yang dipimpin lima orang diantaranya, wakil Ketum Golkar Nurdin Halid, RA Anita Noeringhati, David Hadrianto, Hasbi Asadiki, dan Muhammad Zaidan,memutuskan hanya ada satu calon ketua (Dodi Reza) yang memenuhi syarat dukungan sebanyak 8 suara.

Sementara kandidat lainnya Andie Dinialdie, dalam pemeriksaan verifikasi syarat dukungannya tidak memenuhi syarat minimal sebanyak 7 suara, ternyata hanya dua suara sah.

Baca Juga: Sarmuji Jadi Calon Kuat Ketua Golkar Jatim

Dimana pimpinan sidang sendiri menilai, banyak dukungan ganda atau double, dari pemilik suara sah. Mulai dari Organisasi Masyarakat (Ormas) yang ada, hingga beberapa dukungan DPD II Golkar Kabupaten/ kota.

"Secara resmi hasil Musda X DPD Golkar Sumsel ini saudara Dodi Reza dinyatakan resmi memenangkan pemilihan Ketua DPD I Golkar Sumsel," ungkap Wakil Ketua Umum DPP Golkar, Nurdin Khalid.

Nurdin Khalid menegaskan, rangkaian Musda X DPD I Golkar Sumsel ini sudah berdasarkan juklak dan aturan yang selama ini dipatuhi oleh Partai Golkar. "Kalau soal berbeda pandangan itu hal biasa, yang paling penting Musda ini sudah berakhir dan sesuai aturan," cetusnya.

Baca Juga: Ace Hasan Yakin Arab Saudi Bakal Buka Lagi Ibadah Umrah Bila Wabah Corona Teratasi

Nurdin menghimbau, agar kiranya pihak DPD I Golkar Sumsel nantinya membawa persoalan pihak yang WO ke Majelis Etik DPP Partai Golkar. "Karena tindakan tersebut melanggar etik, tentu harus ditindak dan diberikan sanksi," tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPD I Golkar Sumsel Terpilih Dodi Reza Alex Noerdin mengatakan, proses Musda X DPD I Golkar Sumsel sudah sangat demokratis dan berjalan sebagaimana mestinya. "Alhamdulillah, amanah ini akan saya jalankan sebaik-baiknya demi membawa nama baik DPD I Golkar Sumsel," ucapnya.

Dodi menambahkan, akan merangkul generasi millennial dan bersinergi dengan Kader-Kader senior Golkar. Doktor dari Universitas Padjajaran ini juga menambahkan, saat ini DPD Golkar Sumsel sudah sangat baik dan cemerlang tentu harus dipertahankan dan diisi oleh orang-orang yang berkompeten.

Baca Juga: Usung Visi Kekinian, Rusmin Abdul Gani Siap Bersaing di Musda Golkar Sultra

"Suara Golkar ini suara rakyat, Golkar harus terus memberikan kontribusi positif untuk bangsa ini khususnya di Sumsel," tegasnya.

Tugas ke depan, lanjut Dodi, dirinya bersama pengurus DPD I Golkar Sumsel akan memanaskan mesin partai untuk menghadapi proses Pilkada serentak. "Ini tugas yang akan dihadapi ke depan, tentu butuh kekompakan dan kesolidan pengurus DPD I Golkar Sumsel," tandasnya.

Terpisah, ketua DPD II Golkar Kabupaten Muara Enim Muzakir Sai Sohar yang menduking Andie, mengaku pihaknya memilih WO karena pimpinan sidang tidak memgakomodir kepada pihak- pihak terkait, khususnya pada dukungan ganda.

Baca Juga: Wabah Virus Corona, Azis Syamsuddin Minta Masyarakat Tenang dan Tidak Panik

"Pimpinan sidang hanya menyatakan dua suara sah yaitu DPD II Prabumulih dan Muara Enim. Sedangkan 11 ganda tidak diakomodir pimpinan sidang," tuturnya.

Ditambahkannya, dengan sidang yang diikuti beberapa DPD II tersebut, dinilai tidak ada legalitasnya, sehingga pihaknya akan mengadukannya ke DPP. "Setelah ini, kita akan melayangkan protes ke DPP, berupa mosi tidak percaya ke pimpinan sidang Musda," tegasnya.

Ketua harian DPD II Muara Enim, Ardianyah menambahkan, jika ada 14 pengurus kabupaten/ kota yang menolak proses Musda, ditambah beberapa Oemas yang ada. Dimana peserta menilai SC dalam menjalankannya tugasnya itu, melakukan standar ganda, jika ada pesanan seorang dia gunakan AD/ART. Tapi kalau tidak ada pesanan maka tidak digunakan.

Baca Juga: Terinspirasi Mahathir Muhammad, Gandung Pardiman Kembali Rebut Kursi Ketua Golkar Jogjakarta

"Dimana kondisi itu 14 DPD plus 13 ormas menyatakan musda gagal dan untuk selanjutnya, kita meminta DPP mengambil alih Musda ini, dan Pltkan DPD I. Kita minta DPP menjadwalkan ulang Musda, yang ditangani langsung DPP dalam hal ini Plt Sumsel yang menyelenggarakannya. Artinya tidak kuorum atau tidak memenuhi syarat Musda ini," tegasnya.

Beberapa DPD II Golkar yang WO tersebut diungkapkan Ardiansyah yaitu, OKUS, OKUT, Palembang, Muratara, PALI, Prabumulih, OKU, Banyuasin, Lahat, Empat Lawang, Lubuk Linggau, dan Mura. Kemudian Ormas Soksi, Kosgoro, AMPI, satker ulama, dan Al-Hidayah. {sumsel.tribunnews.com}

fokus berita : #Dodi Reza Alex


Kategori Berita Golkar Lainnya