08 Maret 2020

Berita Golkar - Melihat tak ada perkembangan sejak di bawah naungan kepengurusannya, Ketua PDK Kosgoro 1957 Periode 2011-2016, DR. Roberth K.R. Hammar, SH.,MH mengatakan, bahwa Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong 1957 (Kosgoro 1957) Provinsi Papua Barat periode kini harus segera bangkit dan berbenah.

Hal itu diungkapkannya, sabtu (7/3/2020), bertempat di salah satu hotel di Manokwari. Menurut Roberth, Sebagai salah satu lembaga atau organisasi pendiri Golkar, Kosgoro 1957 adalah sebuah kekuatan organisasi yang harusnya mampu memperkuat jaringan konsolidasi dari daerah ke daerah dapat berjalan dinamis, dan berkembang.

Tentunya, untuk mendukung tumbuh kembang suatu daerah melalui sinergitas bersama pemerintah, sebagaimana telah dipesankan Ketua Umum Kosgoro 1957, HR Agung Laksono mengatakan, bahwa ke depan Kosgoro harus dapat menumbuhkan pertumbuhan ekonomi serta dapat menjaga lingkungan bangsa dan negara agar jangan sampai rusak.

"Kosgoro 1957 saat zaman kepengurusan saya, mulai saya menjadi sekretaris hingga ketua telah meletakkan landasan yang harus dipedomani guna membangun Kosgoro 1957 yang kuat, dan kredibel, tapi suksesi organisasi berjalan tidak sebagaimana mestinya," Ucap Ketua PDK Kosgoro 1957 Periode 2011- 2016 ini.

Dimana saat itu, sebut Roberth, harapannya adalah melihat Kosgoro Papua Barat harus lebih eksis, dan tentu mampu menggerakan dan kerjasama dg sesama organisasi yg berafiliasi golkar untuk mendukung kemajuan daerah dan negara.

"Kosgoro 1957 harus lebih berkembang dan maju, serta memberikan kontribusi kepada daerah dan negara, terlebih kepada Golkar, tapi seperti kesu darah, mati suri, mana kosgoro 1957 yang militan? kita tidak lihat," Ujarnya. Terlebih, dalam menghadapi momen-momen perpolitikan baik Pilpres, Pileg, Pilgub atau Pilkada, haruslah organisasi ini turut memberikan kontribusi kepada Golkar.

"Jangankan itu, hal-hal lain terkait musyawarah (Musda), Kosgoro 1957 baik tingkat provinsi atau kabupaten saja sampai saat ini saya lihat belum berjalan sesuai tuntutan organisasi. Dulu kita ketika dibentuk, kita sudah canangkan agar kepimpinan Kosgoro itu harus lengkap dari tingkat provinsi sampai kepada tingkat kabupaten/kota, bahkan sampai tingkat ranting kampung, namun belum terealisasi, saya harapkan dituntaskan oleh pemimpin setelah saya,"Cetusnya

Sebab peran kehadiran Kosgoro mestinya berupa tindakan nyata agar dapat dibanggakan. Bukan asal hadir terbentuk dan tidak ada asas manfaatnya baik pada sesama organisasi yang berafiliasi Partai Golkar, atau bahkan kepada Pemerintah Daerah.

"Sebagai Orang Kosgoro 1957, harus ada sesuatu yang dibanggakan di papua barat, contoh kecil saja, coba harus nyatakan program-program kerja yang sinergis bersama pemerintah, jangan menunggu momen saja,"Tegasnya

Oleh sebab itu, Roberth, lalu menyarankan, agar secepatnya Kosgoro Papua Barat dapat berkonsolidasi, memantapkan soliditas di Papua Barat, dan bersama organisasi yang berafiliasi golkar lainnya saling menopang berjalan sesuai arah yang tepat.

"Saya mau Kosgoro saat ini harus melihat ada momen dan hal apa yang sementara terjadi saat ini, apalagi dalam waktu dekat kita sudah ada pemilihan ketua DPD tingkat I Golkar Papua Barat di sini jugalah peran dukungan Kosgoro. Jangan sudah pas momen saja baru ikut memilih, Sehingga dari sekarang Kosgoro harus aktif," Imbuhnya

Kosgoro 1957 harus memberikan dukungan kepada kader Kosgoro 1957 dan Golkar yang ikut pesta demokrasi Pilkada mendatang, itu komitmen dan konsistensi organisasi.

"Saya takutnya kedepan nanti tidak ada lagi kader yang hebat, karena organisasi-organisasi sayap kita tidak lagi aktif untuk memberikan pendidikan politik dan pengkaderan yang baik. Jadi saya tegaskan Ini kritikan untuk membangun, saya selaku senior Kosgoro 1957," pungkasnya.

fokus berita : #Roberth Hammar #Agung Laksono


Kategori Berita Golkar Lainnya