08 Maret 2020

Berita Golkar - Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendapat dua penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) yang ia terima langsung dari pendiri MURI, Jaya Suprana, dalam acara Kejuaraan Tembak Legislator Championship 2020.

Menurut Bamsoet, ini akan menjadi sejarah bagi MPR RI sekaligus memacu semangat untuk seluruh anggota MPR RI periode 2019-2024.

"Penghargaan ini akan menjadi catatan sejarah bagi MPR RI, sekaligus pemacu semangat kepada kami semua agar dalam periode 2019-2024 ini MPR RI bisa terus melahirkan kreativitas yang unik, penuh inovasi, dan punya diferensiasi."

"Sehingga bisa terus melebarkan spektrum jangkauan Sosialisasi Empat Pilar MPR ke berbagai lapisan masyarakat," terang Bamsoet dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu (7/3/2020).

Baca Juga: Ditanya Bamsoet, Finalis Top 6 Putri Indonesia 2020 Asal Sumbar Tak Hafal Pancasila

Penghargaan pertama yang diperoleh oleh Bamsoet yaitu kategori Sosialisasi Empat Pilar MPR RI kepada anggota komunitas motor terbanyak. Yang kedua, kejuaraan tembak reaksi level III sekaligus Sosialisasi Empat Pilar MPR RI dengan penembak terbanyak.

 

Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua DPR RI 2014-2019 ini menyebut setelah mendapatkan dua rekor MURI, Ia dan MPR RI tidak akan berhenti berkreasi. Selain bikers dan penembak, masih banyak kalangan masyarakat yang akan disentuh oleh MPR RI melalui sosialisasi empat pilar

"Tanpa semangat kebangsaan, Indonesia di masa depan hanyalah kepingan sejarah. Sebagaimana Uni Soviet yang tinggal dalam kenangan. Mari jaga dan rawat setiap jengkal tanah, air, dan udara kita dengan baik. Disinilah kita hidup, disinilah kita berbakti untuk Ibu Pertiwi," ujar Bamsoet.

Baca Juga: Jelang Musda Golkar NTB, Sari Yuliati Klaim Didukung Sembilan Pemilik Hak Suara

Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menegaskan, Tuhan Yang Maha Esa telah menakdirkan Indonesia di tengah keberagaman bahasa, suku bangsa, agama, serta kepercayaan, namun Indonesia tetap berdiri kokoh karena Pancasila sebagai penopangnya.

"Indonesia bukanlah negara agama, bukan pula agama yang menafikan Tuhan. Agama dan nasionalisme ditempatkan seperti dua rel kereta api yang saling bergandengan," lanjutnya.

Terakhir, Bambang Soesatyo juga mengatakan semua elemen tersebut harus selalu bersinergi agar Indonesia bisa terus maju.

"Jika salah satunya patah, kereta tak bisa melaju. Begitupun dengan Indonesia, agama dan nasionalisme selalu bersinergi di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara, sehingga kereta Indonesia bisa terus melaju," pungkas Bamsoet," pungkasnya. {news.detik.com}

fokus berita : #Bambang Soesatyo #Bamsoet


Kategori Berita Golkar Lainnya