08 Maret 2020

Berita Golkar - Setelah mundur hingga tiga kali, akhirnya Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Jateng akan berlangsung pada Senin-Selasa (9-10/3/2020) di Hotel Grand Candi Semarang. Dua nama dipastikan akan meramaikan pemilihan Ketua Golkar Jateng.

Mereka adalah Juliyatmono (Bupati/Ketua DPC Golkar Karangnyar) dan Panggah Susanto (Anggota Komisi IV DPR RI).

Ketua Harian DPD Partai Golkar Jateng, Iqbal Wibisono mengungkapkan, sejatinya ada satu lagi nama tambahan yakni Bupati Batang, Wihaji. "Namun, hingga saat ini yang bersangkutan belum menyerahkan persyaratan," kata Iqbal, Minggu (8/3/2020).

Baca Juga: Musyawarah Mufakat, Sarmuji Jadi Nakhoda Baru Golkar Jatim

Panitia, lanjutnya, masih menunggu hingga Senin 9 Maret 2020 pukul 09.00 sampai dengan pendaftaran ditutup. Nantinya para bakal calon Ketua DPD I Jateng Partai Golkar tersebut bakal dipilih berdasarkan suara terbanyak di Musda.

Musda bakal dibuka Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Azis Syamsuddin dan dijadwalkan dihadiri Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. Lima orang perwakilan pengurus Partai Golkar 35 kabupaten/Kota di Jateng juga akan hadir.

Iqbal menjelaskan jumlah total suara di dalam pilihan Ketua DPD Golkar Jateng sebanyak 41 suara. Antara lain dari perwakilan pengurus Partai Golkar di 35 kabupaten/ kota se-Jateng, organisasi sayap, pengurus DPD Jateng, dan Dewan Pertimbangan.

Baca Juga: Didukung Sahat Simanjuntak dan Gatot Sudjito, Sarmuji Mulus Aklamasi Pimpin Golkar Jatim

"Untuk memenuhi syarat sebagai calon ketua harus didukung 30 persen suara."

"Kalau dikalkulasi yaitu harus mengantongi 13 suara," terangnya.

Iqbal menambahkan selain pemilihan ketua serta pengurus Golkar Jateng, dalam Musda ke-10 tersebut juga akan dimanfaatkan untuk mengevaluasi kinerja lima tahun lalu serta merancang program lima tahun ke depan.

"Untuk memilih ketua ini Partai Golkar menjaring sebanyak-banyaknya dengan metode mencalonkan diri bukan dicalonkan," ujarnya. 

2 Kali Mundur

Sebelumnya diberitakan, musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Jawa Tengah untuk memilih ketua periode 2020-2025 kembali mundur. Artinya, Musda Golkar Jateng sudah mundur tiga kali.

Baca juga: HUT Ke-39, HWK Sulsel Siap Tingkatkan Kualitas Kader Perempuan Golkar

Rencana awal, musda akan diselenggarakan 15 Februari lalu mundur 19 Februari. Jadwal kembali mundur pada 4-5 Maret besok. Namun, karena instruksi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar yang menginginkan ada perubahan jadwal, acara pun dijadwal kembali di lain waktu.

"Musda mundur lagi."

"DPP meminta mundur."

"Kami sebagai pelaksana acara loyal dan patuh terhadap DPP," kata Ketua Organizing Committee (OC) Musda Partai Golkar Jawa Tengah, Mohammad Saleh, Selasa (3/3/2020).

Baca Juga: Ace Hasan Gelar Pelatihan Kewirausahaan Bagi Milenial di Soreang Bandung

Pihaknya belum mengetahui secara pasti jadwal baru penyelenggaraan musda.

Ia masih menunggu keterangan resmi dari DPP. Instruksi mundurnya jadwal musda sudah disampaikan DPP secara lisan. Menurutnya, penyelenggaraan musda tingkat provinsi harus dihadiri pengurus dari DPP. Dengan begitu, musda bisa dikatakan sah.

Begitu juga penyelenggaraan musda di tingkat kabupaten/kota, harus dihadiri pengurus Golkar di provinsi. Ketika ditanya mundurnya jadwal karena alasan Ketua DPD Jateng, Wisnu Suhardono, sedang berada di luar negeri, Saleh tidak mengetahui persis.

"Apakah karena harus menyesuaikan jadwal dengan ketum (Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto), apa karena Pak Wisnu masih di luar negeri, kami tidak tahu," tutur pria yang juga menjabat Bendahara Golkar Jateng itu.

Baca Juga: Meski Partai Tua, Dodi Reza Alex Siap Ramaikan Golkar Sumsel Dengan Kader Milenial

Meskipun demikian, hingga saat ini, sudah ada dua orang yang telah mendaftar sebagai calon ketua. Mereka yakni Juliyatmono (Bupati Karanganyar/Ketua Golkar Karanganyar) dan Panggah Susanto (anggota DPR RI Dapil Jateng 6).

Sedangkan Bupati Batang, Wihaji, yang juga kader Golkar, yang digadang-gadang juga akan mendaftarkan diri jadi calon ketua, dikatakan belum mendaftar. "Hingga saat ini, baru dua itu yang sudah daftar."

"Pak Wihaji belum."

"Kita lihat saja nanti siapa yang mendaftar."

"Karena pendaftaran calon ketua paling lambat pada hari H musda," ucapnya.

Baca Juga: Golkar Tangsel Resmi Dukung Benyamin Davnie-Pilar Saga di Pilkada 2020

Terkait rencana Wisnu Suhardono dicalonkan lagi sebagai ketua, Saleh membeberkan yang bersangkutan belum meminta rekomendasi ke ketua umum. Wisnu sudah dua periode menjabat sebagai ketua. Aturan partai tidak memperbolehkan ketua menjabat lebih dari dua periode. Tetapi atas izin ketua umum, bisa mencalonkan kembali sebagai ketua.

"Namun, hingga sampai saat ini, Pak Wisnu belum meminta rekomendasi. Tapi pengurus semua DPD 2 (kabupaten/kota) sudah mengirimkan surat ke DPP untuk mencalonkan Pak Wisnu kembali," imbuhnya. {jateng.tribunnews.com}

fokus berita : #Iqbal Wibisono #Juliyatmono #Panggah Susanto


Kategori Berita Golkar Lainnya