08 Maret 2020

Berita Golkar - Calon Gubernur Provinsi Jambi untuk Pilkada 2020, Drs H Cek Endra, -CE- sapaan akrabnya, sudah menyiapkan rencana dan agenda besar untuk perbaikan Pasar Angso Duo kedepan. Pasar modern yang menjadi ikon Provinsi Jambi ini, dirasa perlu pembenahan lagi. Sehingga menjadi lebih tertata rapi, nyaman bagi pedagang maupun pembeli dan indah dipandang.

Cek Endra mengaku sudah punya gambaran bagaimana membenahi pasar yang dikelola PT Eraguna Bumi Nusa (EBN) itu, sehingga benar benar menjadi pasar modern yang nyaman seperti di kota kota besar lainnya.

Penegasan ini disampaikan Cek Endra usai blusukan dan menyerap aspirasi dari para pedagang dan pembeli di Pasar Angso Duo, Minggu pagi (8/3). Kehadiran CE disambut antusias oleh para pedagang dan pembeli.

Baca Juga: Perjalanan 33 Tahun Karir Politik Rahmat Masri Bandaso di Partai Golkar

Dia didampingi Asnawi dan Ivan Wirata, anggota DPRD Provinsi Jambi sekaligus mantan Kadis PU era Gubernur HBA, yang ikut merancang pembangunan pasar tradisional yang dikelola PT Eraguna Bumi Nusa (EBN) itu.

Cek Endra tampak santai dengan topi putih dan kaos berkerah warna biru muda. Dia mengelilingi lapak lapak pedagang. Berdialog dan menyalami mereka tanpa ada batasan. Merakyat, tidak sombong dan humble. Ini yang diinginkan masyarakat.

“Saya hari ini sengaja datang ke sini, mengunjungi seluruh pedagang yang ada di kawasan Pasar Angso Duo.  Tujuannya adalah untuk menyerap aspirasi para pedagang dan pembeli di sini,” kata Cek Endra yang juga Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Jambi.

Baca Juga: Roberth Hammar Imbau Kosgoro 1957 Papua Barat Segera Bangkit Dan Berbenah

Menurut CE, salah satu tujuan pemindahan pasar Angso Duo dari lokasi yang lama ke tempat baru ini adalah agar lokasinya terpusat dan tertata rapi, sehingga ada kenyamanan baik para pedagang maupun pembeli yang datang. Dari blusukannya pagi kemarin, CE mengaku banyak mendapatkan masukan dan keluhan dari para pedagang dan pembeli.

“Yang menjadi keluhan adalah fasilitas yang masih perlu disempurnakan. Seperti lantai yang masih becek dan kotor. Kemudian juga adanya pungutan listrik dan air. Mungkin bagi pedagang modalnya kecil itu sangat dirasakan,” katanya. Sementara itu, untuk harga, menurut CE relatif murah.

Oleh sebab itu, ke depan perlu adanya penataan ulang sehingga dapat meringankan beban pedagang. “Perlu disiapkan tempat untuk Pedagang Kaki Lima (PKL) di seputar Pasar yang bersubsidi. Tapi diatur oleh pemerintah. Sehingga pasar terlihat rapi, indah dan tidak menimbulkan kemacetan. Saya rasa bisa dilakukan itu,” tegasnya.

Baca Juga: Bahrul Ulum Paparkan Fokus Golkar Banten Menangkan 4 Pilkada Serentak 2020

Selain itu, lanjut CE, untuk pasar sebesar Angso Duo perlu penambahan fasilitas fasilitas penunjang lainnya. Diantaranya rumah ibadah. Masjid dengan ukuran besar yang bisa menampung jamaah dalam jumlah besar. Sehingga pedagang, pembeli dan masyarakat sekitar bisa sholat berjamaah.

“Saya lihat di sini tidak ada masjid besar. Harusnya ada masjid besar yang bisa menampung jumlah yang besar. Seperti Pasar Tanah Abang, di lantai atas ada masjid luas. Sehingga pada jam jam shalat, mereka (pedagang) tetap melaksanakan ibadah. Yang saya khawatir, asyik berdagang dari pagi sampe sore, shalatnya lupa,” ucap Cek Endra.

“Kita sudah punya rencana dan ide ide besarlah untuk Angso Duo ini. Sebelum ke sini tadi (pagi kemarin) dari rumah saya sudah ada bayangan di sini harus ada punya masjid yang luas.  Kita bisa lihat di Jakarta, setiap pasar rakyat, di situ dibangun masjid besar.

"Karena kewajiban beragama sangat penting. Dalam kita berusaha, kewajiban beragama juga tetap harus berjalan. Ini tentu fasilitasnya harus nyambung, harus dekat. Jadi tidak boleh."  

Baca Juga: Kadir Halid Ungkap Golkar Sulsel Bulat Usung Danny Pomanto-Zunnun Halid di Pilwali Makassar 2020

Selain itu, dalam bincang bincang dengan para pedagang dan pembeli, CE juga mengaku dapat masukan. Seperti kehadiran perlunya kendaraan umum yang bisa masuk ke kawasan pasar. Karena Angso Duo cukup jauh dari pemberhentian kendaraan umum.

Menurut dia, masukan ini bisa bisa ditindaklanjuti. “Kota Jambi kan ada transportasi umum. Koja dan Trans Siginjai, yang bisa diatur melewati rute dalam pasar. Sehingga masyarakat yang tidak memiliki kendaraan bisa belanja ke pasar dengan biaya murah, dengan naik angkot atau transportasi umum lainnya,” ucapnya.

CE mengaku senang dalam blusukannya mendapatkan tanggapan positif dari masyarakat baik pedagang maupun pembeli. Hal itu karena dirinya sudah dikenal banyak orang.

“Alhamdulillah, mungkin pedagang di Jambi ini banyak melihat media, tentu mereka sudah tahu kami. Karena kami memang sering ke lapangan seperti ini. Dan basic kami biasa mengurus rakyat, jadi mereka banyak menaruh harapan kepada kami,” pungkas Cek Endra. {jambi-independent.co.id}

 

fokus berita : #Cek Endra


Kategori Berita Golkar Lainnya