08 Maret 2020

Komposisi Pengurus Golkar Bali Di Bawah Sugawa Korry Kian Ramping

Berita Golkar - Jajaran formatur kepengurusan DPD I Golkar Bali hasil Musyawarah Daerah (Musda) pada 24 Februari 2020 lalu telah memfinalkan susunan kepengurusan partai untuk periode 2020-2025.

Bahkan bila tidak ada aral, Senin (9/3) susunan kepengurusan di bawah kepemimpinan Nyoman Sugawa Korry selaku ketua DPD I Golkar Bali itu akan diumumkan. Namun, jumlah pengurus kali ini akan jauh lebih ramping dibandingkan sebelumnya.

Rencana itu dibenarkan Sugawa Korry saat dikonfirmasi Minggu (8/3). Dia menyebutkan, susunan kepengurusan yang dirumuskan tim formatur yang dia pimpin langsung sudah selesai. “Besok akan diumumkan,” ujarnya singkat.

Baca Juga: Sugawa Korry Desak Pemprov Bali Gunakan Dana Tanggap Darurat Rp.15 Miliar Untuk Cegah Corona

Saat disinggung seperti apa perbandingan antara wajah lama dengan yang baru dalam struktur yang dibentuk formatur, Sugawa enggan menerangkannya. “Besok saja,” jawabnya.

Senada dengan Sugawa Korry, Plt Ketua DPD II Golkar Buleleng IGK Kresna Budi yang menjadi salah satu anggota tim formatur menyebutkan, struktur pengurus DPD I telah final. “Sudah sekitar seminggu yang lalu. Tinggal ditandatangani formatur saja,” sebutnya.

Namun, saat disinggung soal perbandingan wajah lama dan wajah baru, Kresna Budi yang juga ketua Komisi II DPRD Bali ini irit jawaban. “Seimbanglah,” jawabnya.

Baca Juga: Golkar Tangsel Resmi Dukung Benyamin Davnie-Pilar Saga di Pilkada 2020

Terlepas dari siapa kader yang akan ditunjuk nantinya, struktur kepengurusan DPD I Golkar Bali untuk periode kali ini dipastikan akan lebih ramping dibandingkan sebelumnya. Kalau sebelumnya, struktur kepengurusan mencapai ratusan. Kini hanya dibatasi sekitar 80 pengurus.

Ini seperti diterangkan Sekretaris DPD I Golkar Bali yang juga anggota formatur, Made Dauh Wijana, beberapa waktu lalu. Rampingnya jumlah pengurus partai di tingkat DPD I ini mengacu juklak hasil Munas Partai Golkar pada Desember 2019 lalu.

“Nomenklaturnya kalau tidak salah maksimal 81. Karena mengacu pada hasil Munas di Jakarta beberapa waktu lalu. Jumlahnya sudah ditetapkan. Formatnya sudah diberikan. Ini termasuk yang di DPD II (kabupaten/kota),” jelasnya.

Baca Juga: Ahmad Doli Kurnia Ungkap Golkar Siapkan 710 Nama Bertarung di 270 Pilkada 2020

Karena itu, sambung dia, dalam menetapkan struktur pengurus, formatur berupaya untuk akomodatif. Namun tetap mempertimbangkan kapasitas struktur yang tersedia sesuai hasil Munas beberapa waktu lalu.

“Yang jelas, pada prinsipnya berupaya untuk akomodatif. Namun tetap mempertimbangkan kapasitas yang tersedia. PDLT (Prestasi, Dedikasi, Loyalitas, dan Tidak Tercela) menjadi standard ukuran. Tidak mesti semua pengurus di DPD I. Yang tidak, mungkin ditampung di DPD II,” tukasnya.

Sementara itu, dari informasi yang diperoleh, formatur sendiri sempat melakukan beberapa pertemuan dengan beberapa kader senior. Pun demikian dengan beberapa kader lainnya yang sempat berseberangan.

Baca Juga: Tingkatkan Produktivitas Pertanian, Budhy Setiawan Dialog Bareng Para Penyuluh Pertanian di Cianjur

Beberapa di antaranya yang sempat diajak bertemu adalah mantan Ketua DPD II Golkar Badung, Wayan Muntra. Ada pula mantan Sekretaris DPD I Golkar Bali, Dewa Sri Wigunawati. Pun demikian dengan beberapa Ketua DPD II Golkar kabupaten/kota yang sempat dicopot dan diganti dengan Plt Ketua.

Bahkan sepanjang minggu lalu, beberapa kader datang ke DPD I untuk menandatangani pakta integritas. Itu disebut-sebut sebagai salah satu bagian dari rekrutmen pengurus Partai Golkar Bali yang baru pasca Musda jelang akhir Februari 2020 lalu. {baliexpress.jawapos.com}

fokus berita : #Sugawa Korry