10 Maret 2020

Berita Golkar - Pemerintah pusat yang membuang energi hanya untuk mengurus wabah virus corona (COVKD-19). Padahal, di Indonesia banyak penyakit lokal berbahaya, seperti penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang telah menjadi penyakit endemik di tanah air sejak tahun 1968 itu.

Hal itu dikatakan Anggota Komisi Kesehatan DPR RI Melki Laka Lena dalam diskusi Forum Legislasi Deng an tema “Perlukah Undang-Undang Khusus Atasi Dampak COVID-19?” di Media Center Gedung Nusantara III DPR RI, Selasa, (10/3/2020).

Baca Juga: Bamsoet Tak Ingin Ekonomi RI Lumpuh Karena Takut Wabah Virus Corona

Melki bahkan menyebut penyakit DBD yang saat ini hampir 15 ribu orang meninggal itu seakan dilupakan pemerintah dan tidak menjadi perhatian serius ketimbang menguras tenaga hanya untuk mengatasi Covid-19 yang berasal dari Wuhan China tersebut. “Jangan lupa DBD dan TBC itu sangat berbahaya di negeri kita,” tandas politisi Partai Golkar itu.

Untuk itu, Melki mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI lebih fokus mengatasi penyakit yang masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus.

“Intinya energi kita harus terbagi, virus corona diperhatikan, DBD juga harus lebih diurus lagi oleh pemerintah,” pungkas Melki.

Baca Juga: Rapat Formatur, Dodi Reza Alex Mulai Susun Kepengurusan Golkar Sumsel

Sebelumnya, Pemerintah menyatakan ada tambahan 13 kasus baru terinfeksi virus corona Covid-19 pada Senin (9/3/2020). Dengan demikian, ada 19 kasus positif Covid-19 di Indonesia saat ini dari sebelumnya sejumlah 6 kasus.

“Jika ada yang meninggal, maka bukan virus corona, tapi itu mungkin penyakit bawaan dari pasien tersebut,” pungkas Melki Laka Lena. {www.realitarakyat.com}

fokus berita : #Melki Laka Lena


Kategori Berita Golkar Lainnya