11 Maret 2020

Berita Golkar - Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Golkar, Nurul Arifin membuka Musyawarah Daerah (Musda) X Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra). Nurul mengingatkan agar para kader Golkar solid demi target kemenangan di Pilkada 2020.

Nurul awalnya mengajak peserta yang hadir mengingat peran Golkar untuk Indonesia. Dia menyebut Golkar berdiri untuk menjaga nilai-nilai yang ada di Indonesia.

“Kita semua harus solid, kemudian PDLT (pengabdian, dedikasi, loyalitas dan tidak tercela) tetap diusung. Ini harus diutamakan, sehingga kader-kader yang memiliki potensi-potensi baik bisa diusung maju di Pilkada, kemudian maju di Pileg dan seterusnya,” kata Nurul Arifin dalam sambutannya di Hotel Azizah Syariah Kendari, Rabu (11/3/2020).

Baca Juga: Nurul Arifin Minta Polisi Hukum Berat Para Pelaku Pelecehan Seksual Siswi SMK di Sulut

 

Dalam kesempatan itu, Nurul Arifin juga menyampaikan pesan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto agar kader Golkar baik yang berada di eksekutif dan Legislatif wajib mendukung Omnibus Law. Karena ini adalah upaya untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.

Dikatakan oleh Nurul Arifin target pertumbuhan ekonomi nasional 5,2 persen dan sekarang baru tercapai 4,7 persen. Oleh sebab itu pemerintah sedang menjalankan satu rancangan undang-undang yang dipersiapkan untuk memudahkan investasi yakni RUU Omnibus Law.

RUU ini diperlukan untuk sinkronisasi dan mengharmonisasi serta intensikasi semua undang-undang yang tumpang tindih. Dikatakan, banyak undang-undang terutama undang-undang kerja, undang-undang perpajakan.

 

Baca Juga: Reses Di Soppeng, Supriansa Temui Warga Dari Tengah Malam Hingga Subuh Berjamaah

Banyaknya undang undang yang tumpang tindih itu yang menghambat investasi yang ada di negara kita. “Kalau Ketum Airlangga Hartarto memerintahkan, artinya ini wajib untuk dilaksanakan,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Sultra Ridwan Bae mengajak peserta yang hadir mengingat peran Golkar untuk Indonesia. Dia menyebut Golkar berdiri untuk menjaga nilai-nilai yang ada di Indonesia.

“Sejak awal partai ini didirikan untuk menjaga konsistensi nilai-nilai yang ada di Indonesia,” ujar Ridwan dalam sambutannya.

Ridwan juga menekankan, kepada Ketua DPD Golkar Sultra yang terpilih pada Musda X agar membangun komunikasi aktif dengan ketua-ketua DPD II dan kader Golkar, serta masyarakat Sultra.

Baca Juga: Terpilih Pimpin Golkar Jateng, Ini Target Besar Panggah Susanto di Pilkada Serentak 2020

Kemudian ketua partai tidak boleh pelit, dan tidak boleh gonta-ganti nomor kontak handphone (Hp) serta HP tidak boleh dimatikan dalam 24 jam.

“HP tidak boleh dimatikan dalam 24 jam, tidur sekalipun dibuka itu HP, siapa yang sms kita balas, siapa yang telepon kita angkat dan jangan pernah ganti nomor. Saya minta kepada ketua yang baru, tidak boleh ganti-ganti nomor,” pinta Ridwan.

Di Musda X Golkar Sultra, Ridwan Bae tidak mencalonkan diri. Keputusan itu diambil oleh Ridwan karena permintaan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto. Ketua DPD Golkar Sultra dua periode itu diminta fokus di senayan, karena dirinya sebagai pimpinan Komisi V DPR RI. {zonasultra.com}

fokus berita : #Nurul Arifin #Ridwan Bae


Kategori Berita Golkar Lainnya