12 Maret 2020

Berita Golkar - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Hamka B Kady mengaku siap mencalonkan diri sebagai calon Ketua Golkar Sulsel jika mendapat izin atau restu dari Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

"Kalau ada izin dari ketua umum partai dan restu dari DPD, maka semua siap. Apakah kapasitasnya bisa? Tentu harus diukur dong, tentu juga tidak semua direstui ketua umum," ungkap Hamka di Makassar, Kamis (12/3/2020).

Hamka mengaku bahwa siap mengemban amanah lebih besar dengan mau mencalonkan diri jika mendapat restu dari ketua umum. Sikap Hamka ini berubah setelah sejumlah kader Golkar menyatakan sikap maju pada pemilihan Ketua DPD I Golkar Sulsel akhir Maret nanti.

Baca Juga: Tiga Periode di Senayan, Andi Rio Idris Padjalangi Siap Jadi Nakhoda Baru Golkar Sulsel

Namun kata Hamka, sampai hari ini dirinya belum menemui ketua umum karena masih melaksanakan reses di daerah pemilihannya, Dapil Sulawesi Selatan I. "Kita di Golkar itu punya etika, apalagi saya seorang anggota DPR RI, ada etika-etikanya dan tidak langsung-langsung bersikap," ujar Hamka.

"Sebenarnya tidak gampang mengurus Golkar apalagi di Sulsel. Jangan anggap enteng, ini Sulsel. Ini lumbung partai Golkar Indonesia Timur, jangan hanya mau saja, tapi tidak bisa mengelola partai dengan baik," katanya menambahkan.

"Soal restu belum ada dari ketua umum, tapi kalau ada dan DPD menginginkan saya maju, maka saya maju. Kalau Pak NH kan setiap saat ketemu setiap saat komunikasi," jelasnya.

Baca Juga: Jamaluddin Syamsir Tuding Nurdin Halid Rekayasa Rekomendasi Untuk Pilkada Bulukumba

Menurutnya, apa yang dilakukan selama ini di DPR RI itu untuk kepentingan rakyat dan partai. Sehingga jika partai memerintahkan harus maju, maka tidak boleh menolak.

"Pada prinsipnya kalau ada perintah DPP, saya maju itu saja. Semua kader harus siap dan siap kerja juga dan buktikan. Soal bentuk tim belum, tapi kalau ada restu partai malam inipun saya bentuk dan lagi-lagi izin partai," jelasnya. Diakhir wawancara, Hamka mengaku sulit menemukan pengganti NH di Golkar Sulsel.

"Jujur saja saya katakan, agak sulit mencari pengganti NH, selevel beliau sulit kita dapatkan, saya saja dekat beliau agak sulit melihat yang mana bisa gantikan beliau untuk perjuangan Partai Golkar ke depannya. Yang mau berkorban waktu, materi, demi kejayaan partai, kalau sekadar kepentingan pribadi, semua orang mau jadi, tapi apakah bisa?," katanya.

Baca Juga: Fahsar Padjalangi Diunggulkan Gantikan Nurdin Halid Pimpin Golkar Sulsel

Terkait isu-isu ada pihak lain bakal maju di Musda Golkar, Hamka mengatakan, Golkar tidak akan di intervensi sama orang luar. "Golkar partai besar, kalau ada cawe-cawe biasalah itu terjadi, Golkar juga kan baru kali ini tidak menjadi pemimpin di Sulsel, yang lalu-lalu kita jaya," katanya.

"Ini contoh saja, kenapa kita harus menjadi wakil gubernur kalau kita bisa jadi gubernur. Kalau ada cawe-cawe sekarang mungkin saja untuk yang lain, tapi kalau Pilgub 2024 yang akan datang, pasti Golkar mau menjadi Gubernur, bukan wakil," tegas Hamka.

Sebelumnya, anggota DPR RI dua periode Hamka B Kady yang disebut-sebut akan ikut dalam bursa pencalonan Ketua DPD Golkar Sulsel memilih tidak menjawab. Ia mengaku sedang fokus dengan amanah yang telah diberikan rakyat kepadanya sebagai anggota DPR RI dari Dapil Sulsel I.

Baca Juga: Danny Pomanto-Zunnun Halid Optimis Menangkan Pilkada Kota Makassar 2020

"Saya lagi konsentrasi tugas saya sebagai anggota DPR," jelas Hamka kepada Tribun via pesan Whatsaap, Selasa )10/3/2020).

Musyawarah Daerah Dewan Pimpinan Daerah (Musda DPD) I Partai Golkar Sulsel dijadwalkan dilaksanakan pada akhir Maret nanti. {makassar.tribunnews.com}

fokus berita : #Hamka Baco Kady


Kategori Berita Golkar Lainnya