13 Maret 2020

Berita Golkar - Dari 14 suara yang akan diperebutkan di Musyawarah Daerah (Musda) DPD Golkar NTB 15 Maret mendatang, M Suhaili FT sudah memperoleh rekomendasi dukungan dari 8 DPD kabupaten/kota dan sejumlah organisasi sayap Golkar.

Tetapi itu dinilai belum tentu menjadi jaminan Bupati Lombok Tengah (Loteng) itu mulus menjadi Ketua DPD I Golkar NTB, untuk yang kedua kalinya.

Pengamat Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram Ihsan Hamid menilai, surat rekomendasi dukungan yang diberikan sebagian besar pemilik suara ke Suhaili FT, belum bisa jadi jaminan atau kepastian arah dukungan mereka ke Suhaili.

Baca Juga: Jika Direstui Ketum Airlangga, Hamka Baco Kady Siap Pimpin Golkar Sulsel

Pasalnya, sangat terbuka kemungkinan para pemilik suara membelot ke kandidat lain saat Musda. “Langkah Suhaili terpilih kembali belum tentu mulus. Meski sebagian besar pemilik suara berikan rekomendasi,” katanya, Kamis (12/3) kemarin.

Menurutnya, secara administratif, rekomendasi dukungan yang diberikan sebagian besar pemilik suara bisa dibaca menjadi peluang yang sangat besar bagi Suhaili untuk menakhodai kembali Golkar NTB. Namun demikian, dinamika di internal Golkar sangat dinamis.

Sehingga sangat terbuka peluang masih ada tarik-menarik dukungan antara pemilik suara dan kandidat calon ketua Golkar lain. “Sangat mungkin nanti para pemilik suara itu akan membelot dari Suhaili,” imbuh Dosen Politik UIN Mataram tersebut.

Baca Juga: Rudy Mas’ud Pastikan Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas’ud Bakal Masuk Golkar

Menurut Ihsan, banyak faktor yang membuat kuatnya daya tarik menarik para pemilik suara itu. Di antaranya, kepentingan mengamankan dukungan Golkar di Pilkada serentak 2020. Sejauh ini, Suhaili belum bisa memberikan jaminan mengamankan dukungan Golkar di pilkada. Sehingga terlalu dini para pemilik suara itu menetapkan dukungan ke Suhaili di Musda.

Jika ada kandidat calon ketua memberikan jaminan, tentu berpeluang meraih dukungan para pemilik suara tersebut. “Siapa bisa berikan kepastian politik arah dukungan di pilkada, itu akan dipilih saat Musda nanti,” jelasnya.

Ditambahkan, arah dukungan DPP Golkar juga akan sangat menentukan siapa kandidat yang berpeluang besar terpilih jadi Ketua Golkar NTB. Meski sebagian besar pemilik suara sudah memberikan rekomendasi ke Suhaili.

 

Baca Juga: Jamil Zeb Tumori Tegaskan Dirinya Calon Walikota Sibolga Paling Siap Dari Golkar

Jika dalam perkembangan, DPP lebih menghendaki kandidat lain misalnya Sari Yuliati atau Ahyar Abduh, maka sangat mungkin rekomendasi dukungan yang diberikan pemilik suara akan dikalahkan oleh kehendak DPP.

Lantaran, sangat mungkin DPP bermanuver menekan para pemilik suara itu untuk sepakat. Dan jika hal itu terjadi, maka dipastikan arah dukungan para pemilik suara tersebut akan berubah. “Tentu para pemilik suara itu akan berpikir ulang, jika berani melawan kehendak DPP,” terangnya.

Oleh karena itu, Sari Yuliati dan Ahyar Abduh masih sangat berpeluang menjadi Ketua Golkar NTB. Asalkan mereka mampu meyakinkan Ketua Umum DPP Golkar Airlangga Hartarto bahwa mereka paling mampu mengamankan kepentingan DPP Golkar di NTB.

Baca Juga: Sering ke Jakarta, Ini Cara Parulian Simamora Sentil Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor

 

Sangat mungkin akan ada kejutan-kejutan politik di Musda. “Saya kira jika Sari atau Ahyar bisa meyakinkan DPP, arah dukungan pemilik suara akan berubah,” tandasnya.

Pendapat berbeda disampaikan Pengamat Politik Universitas Mataram Saipul Hamdi. Menurutnya, rekomendasi sebagian besar pemilik suara ke Suhaili akan membuat langkah Bupati Loteng itu akan mulus kembali menakhodai Golkar.

Rekomendasi akan menjadi pertimbangan DPP untuk menjatuhkan pilihan ke Suhaili. Jika DPP memaksakan kehendak ke figur lain, akan berpotensi memunculkan kisruh di Golkar. “Karena DPP tentu akan mempertimbangkan dan melihat stabilitas politiń∑ di internal Golkar di daerah,” pungkasnya. {radarlombok.co.id}

fokus berita : #Suhaili FT #Ahyar Abduh #Sari Yuliati


Kategori Berita Golkar Lainnya