14 Maret 2020

Sekjen Lodewijk Paulus Resmi Buka Musda Golkar Kaltim, Ini Peta Suara dan Syarat Calon Ketua

Berita Golkar - Musyawarah Daerah atau Musda Golkar Kaltim resmi dibuka sekitar pukul 21.58 Wita oleh Sekjend DPP Lodewick FP. "Dengan mengucap Bismillahirrahmanirohim, saya buka Musda ke-10 Partai Golkar Kalimantan Timur," ucap Lodewijk.

Digelar di Swiss-belhotel Samarinda, 14 hingga 15 Maret 2020. Sebelum dibuka secara resmi, sejumlah rangkaian kegiatan digelar. Mulai dari tarian daerah, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan pancasila, laporan ketua panitia pelaksana disampaikan panitia M Syahrun.

Dilanjutkan sambutan Plt Ketua Partai Golkar Kaltim Mukhtarudin, Perwakilan Pemprov Kaltim, sebab Gubernur Isran Noor sedang ada agenda bersama Menpora di Balikpapan. Lalu dilanjutkan arahan ketua umum, diwakili Sekjenda DPP Lodewijk F Paulus.

Baca Juga: Tanpa Ketum Airlangga, 13 Pengurus DPP Bakal Hadiri Musda Golkar Kaltim di Samarinda

"Musda Golkar Kaltim luar biasa, hadir sampai empat wakil ketua umum," kata Lodewijk di podium pidato lokasi Musda Golkar Kaltim.

Lodewijk membahas banyak hal, mulai dari situasi ekonomi politik internasional, hingga daerah. "Sesuai amanat AD/ART kita harus menuntaskan 34 provinsi menggelar Musda. Sudah ada 25 daerah. Kaltim akan menjadi provinsi ke-26," kata Lodewijk.

DPP, kata Lodewijk, sangat berharap Musda Golkar Kaltim bisa mengimplementasikan sila ke-empat Pancasil hyakni musyarwarah mufakat. Para pemilik suara, bakal calon, dan tamu undangan memenuhi Ballroom Swiss-belhotel Samarinda dan menyimak dengan seksama.

16 Pemilik Suara

Berikut rincian pemegang hak suara Musda Partai Golkar Kaltim, Maret 2020 mendatang:

Baca Juga: Lahan Pertanian Kian Minim, Budhy Setiawan Dorong Urban Farming di Kota Bogor

1. 1 suara DPP Partai Golkar

2. 1 suara DPD I Golkar Kaltim

3. 10 suara, masing-masing DPD II kabupaten/kota memiliki 1 suara

4. 1 suara Organisasi pendiri secara kolektif (Kosgoro 1957, MKGR, dan Soksi)

5. 1 suara Organisasi yang didirikan secara kolektif ( Al Hidayah, AMPI, Satkar Ulama, HWK, dan MDI).

6. 1 suara Dewan Pertimbangan (Wantim)

7. 1 suara sayap partai secara kolektif (AMPG dan KPPG)

Syarat Calon Ketua

Pertama, secara terus menerus menjadi anggota Partai Golkar minimal selama 5 tahun dan tidak pernah menjadi anggota partai lain. Kedua, aktif sebagai pengurus selama satu periode penuh di salah tingkatan DPD.

Baca Juga: Miliki Pemilih Loyal, Bamsoet Nilai Prabowo Pantas Maju di Pilpres 2024

Ketiga, aktif sebagai kader sekurang-kurangnya lima tahun. "Beda ya anggota dengan kader. Kalau kader itu tenaga inti partai, dia aktif di antara kepengurusan, ormas, dan atau sayap partai," jelas Sekretaris Panitia Pengarah Musda Golkar Kaltim, Fathur.

Keempat, calon ketua berdomisili di Kaltim. Kelima, mengikuti pendidikan kader yang diselenggarakan oleh partai. "Biasanya setiap tahun ada (pendidikan kader), masing-masing sesuai tingkatan kepengurusan," kata Fathur.

Keenam, syarat tingkat kependidikan minimal Strata-1. Ketujuh, didukung minimal 30 persen dari pemegang hak suara. "Bentuknya dukungan tertulis, dan saat pelaksanaan Musda akan di verifikasi," kata Fathur.

Baca Juga: Sekda Laporkan Komentar Kadernya di Media, Golkar Bondowoso Bereaksi Keras

Kedelapan, tidak pernah terlibat G-30S PKI. Sembilan, tidak memiliki hubungan suami istri atau sedarah, dalam satu garis lurus ke atas atau ke bawah, yang duduk sebagai lembaga perwakilan rakyat yang mewakili partai lain. Atau menjadi pengurus partai lain.

7 Bakal Calon

Ada 7 bakal calon yang mendaftar. Yakni Isran Noor, Makmur HAPK, Rudy Masud, Theresia Philipus, Rita Barito, Encik Widyani, dan Sutamsis. {kaltim.tribunnews.com}

fokus berita : #Lodewijk F. Paulus #Fathur