17 Maret 2020

Putu Iwan Karna Nilai Hidupkan Internet Saat Nyepi Vital Untuk Antisipasi Wabah Corona

Berita Golkar - Praktisi komunikasi dan pemerhati kebijakan publik I Putu Gede Indriawan Karna meminta agar saat Hari Raya Nyepi, Rabu (25/3/2020) akses internet tidak dimatikan seperti pada perayaan Nyepi dua tahun terakhir.

Hal ini mengingat saat ini terjadi kondisi mengkhawatirkan terkait pandemi virus Corona jenis baru atau Covid-19 sehingga publik khususnya masyarakat Bali sangat membutuhkan akses informasi dan media komunikasi di saat situasi seperti saat ini.

“Dalam kondisi seperti ini Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali agar memberikan izin kompensasi penggunaan internet, siaran televisi pada saat Nyepi,” kata Indriawan Karna, Selasa (17/3/2020).

Pria yang akrab disapa Iwan Karna yang juga Wakil Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini (Wakabid Media dan PO) DPD Partai Golkar Bali sebenarnya sudah jauh-jauh menyuarakan agar PHDI dan Pemprov Bali tetap mengizinkan hidupnya akses internet dan siaran televisi saat Nyepi.

Baca Juga: Atasi Wabah Corona, Idah Syahidah Minta Tim Gugus Tugas COVID-19 Segera Bekerja

Sebab dua hal hal dirasakan jadi salah satu kebutuhan vital masyarakat kaitannya dengan sarana komunikasi dan akses informasi terkait perkembangan terkini penyebaran virus Corona di Bali khususnya dan Indonesia umumnya.

“Untuk keadaan darurat saat ini pemahaman seperti ini penting. Ini memang seperti makan si buah malakama. Tapi saat kejadian luar biasa seperti ini kita butuh informasi detail, akurat , tidak berupa hoax. Dan kalau internet mati, tentu kita agak susah,” ujar Iwan Karna.

Ia mencontohkan akses internet ini sangat dibutuhkan untuk komunikasi di rumah sakit misalnya.  Akses internet diperlukan karena rumah sakit harus berkoordinasi dengan intensif via Whatsapp dan Internet Video sehingga tidak ada keterlambatan penanganan dan pencegahan Covid-19.

Sementara televisi diperlukan agar komunikasi pemerintah dan masyarakat tidak terganggu pada situasi Bencana Nasional. Juga mencegah munculnya informasi yang salah atau bersifat HOAX justru membuat kepanikan masyarakat yang tidak perlu.

 

Baca Juga: Sugawa Korry Tak Sepakat Wacana Lockdown Antisipasi Wabah Corona

Ada alasan lain dari sisi kebijakan pemerintah terkait Surat Edaran Gubernur Bali  Nomor 7194 tahun 2020 tentang Panduan Tindak Lanjut Terkait Pencegahan Penyebaran Virus Disease 2019 (Covid-19 di Lingkungan Pemerintah Provinsi Bali.

Dalam salah satu point disebutkan bahwa kegiatan belajar mengajar bagi siswa/siswi mulai dari PAUD/TK sampai dengan perguruan tinggi agar dilaksanakan di rumah dengan menggunakan media pembelajaran secara daring/online. “Jadi internet dibutuhkan siswa untuk belajar di rumah via daring/online,” ujar Iwan Karna yang Ketua KNPI  Bali Periode 2004-2007 dan 2007-2011 ini.

Menurutnya, tetap adanya akses internet dan siaran televisi pada perayaan Nyepi Rabu (25/3/2020) diyakini tidak akan mengurangi kekhusyukan perayaan Nyepi tahun ini. “Cukup satu kali Nyepi tahun ini kita butuh internet dan siaran televisi di Bali tanpa kurangi makna kesucian dan kekhusyukan Hari Raya Umat Hindu ini,” tutup Iwan Karna.

 

Baca Juga: Erwin Aksa Pastikan Tak Maju di Musda Golkar Sulsel

Permintaan agar adanya dispensasi penggunaan internet, siaran televisi pada Hari Raya Nyepi juga disampaikan Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Wilayah Bali kepada Gubernur Bali lewat Surat Nomor : 18/ARSSI-BALI/II/2020 tertanggal, 15 Maret 2020, Perihal : Dispensasi Internet, Ambulan RS, Televisi pada Hari Raya Nyepi.

Ketua ARSSI Wilayah Bali Dr. dr. I.B.G. Fajar Manuaba, S.pOG, MARS  mengungkapkan terkait adanya Covid-19 ini pihaknya butuh saling berkoordinasi secara intensif antar petugas medis.

“Pada saat logistik kurang kami akan tukar-tukaran dan sekaligus update pasien via WhatsApp. Kalau internet mati, lumayan 24 jam kami seperti buta dan tuli. Karenanya kami minta agar akses internet di Bali tidak dimatikan saat Nyepi,” kata Fajar Manuaba, Selasa (17/3/2020).

Baca Juga: Hindari Wabah Corona, Puteri Komarudin Hentikan Sementara Kegiatan di Dapil

 

Dikatakan Rumah Sakit Swasta, Rumah Sakit Pemerintah, dan Dinas Kesehatan sedang melakukan koordinasi secara intensif dalam menghadapi Bencana Nasional COVID-19 sekaligus peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue.

Koordinasi sebagian besar dilaksanakan dengan Whatsapp yang didukung akses Internet. Demikian juga konsultasi antara Rumah Sakit dengan Dokter dilaksanakan dengan media yang sama tujuannya adalah mempersingkat waktu dan dapat mengirim data. {metrobali.com}

fokus berita : #Putu Iwan Karna,