20 Maret 2020

Berita Golkar - Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Partai Golkar NTB kembali diundur untuk yang ketiga kalinya. Terbaru pelaksanaan Musda diundur sampai tanggal 28 Maret ini yang semula pada penundaan kedua akan digelar pada tanggal 22 Maret. Sebelumnya diketahui penundaan pertama dilakukan pada tanggal 15 dari jadwal pertama tanggal 5 Maret.

Ketua Panitia Musda Golkar NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda yang dikonfirmasi Suara NTB, Kamis, 19 Maret 2020 membenarkan perihal penundaan kembali pelaksanaan Musda Golkar NTB dari tanggal 22 menjadi tanggal 28 Maret. “Ya benar ditunda jadi tanggal 28,” unjar via pesan singkat WhatsApp.

Dari informasi yang beredar bahwa selain Musda diundur lagi sampai tanggal 28, lokasi Musda yang semula akan digelar di Kota Mataram. Informasi yang diserap Suara NTB, lokasi Musda akan dipindahkan ke Bali.

Baca Juga: Endah Sri Wahyuningati Kecewa Sikap Pelajar Salahgunakan Belajar di Rumah Untuk Main dan Liburan

Isvie yang dikonfirmasi terkait hal itu mengaku tak mengetahui jika lokasi Musda akan dipindahkan ke Bali. Karena sampai sejauh ini ia mengaku belum mendapatkan konfirmasi terkait dengan lokasi Musda. “Nah kalau soal lokasi saya belum tahu,” katanya.

Ketika ditanya lebih lanjut terkait alasan di balik penundaan Musda Golkar NTB tersebut sampai dilakukan sebanyak tiga kali. Apakah penundaan tersebut kaitannya dengan belum solidnya pemilik suara pemilih ketua DPD I Golkar NTB supaya dilakukan secara aklamasi, sesuai dengan arahan dari DPP Golkar.

Namun Isvie enggan memberikan jawaban terkait hal itu. Ia beralasan penundaan itu menjadi ranah kewenangan DPP. Namun demikian, seperti yang diberitakan sebelumnya bahwa penundaan Musda Golkar NTB tersebut tidak lepas dari tingginya dinamika politik yang terjadi dalam internal partai beringin tersebut.

Baca Juga: Musda Golkar Ditunda, Para Calon Ketua Sibuk Sowan ke Ketum Airlangga

Terutama dalam hal kaitannya dengan pemilihan Ketua DPD I Golkar NTB. Diketahui ada dua kandidat yang tengah bersaing sengit yakni Bupati Lombok Tengah, H. Suhali FT dan Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh.

Diketahui DPP Golkar menginginkan bahwa proses Musda Golkar NTB dapat berlangsung secara aklamasi. Namun sampai saat ini belum ada tercapai kesepakatan diantara para pemilik suara siapa yang disepakati untuk diaklamasi sebagai Ketua DPD I Golkar NTB.

Karena itu, DPP Golkar pun memanggil Ketua DPD I Golkar NTB dan 10 Ketua DPD II, dan organisasi saya pendiri dan yang didirikan. Selain itu para kandidat calon Ketua DPD juga ikut dipanggil ke DPP untuk memutuskan skenario aklamasi dalam pemilihan Ketua DPD I Golkar NTB.

Baca Juga: Alien Mus Kembali Nahkodai Golkar Maluku Utara

Akan tetapi dalam rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua Umum DPP Golkar, Azis Syamsuddin itu tidak mendapati kesepakatan untuk dilakukan aklamasi. Karena keinginan DPP berbeda dengan keinginan dari mayoritas DPD II. DPP menginginkan Ahyar Abduh untuk diaklamasikan sebagai Ketua Golkar, akan tetapi delapan DPD II masih menginginkan Suhaili kembali memimpin Golkar NTB.

“Artinya apa, Musda ini ditunda karena suara ini belum bulat untuk aklamasi ke Ahyar Abduh, jujur saja kita sampaikan, supaya berita ini jangan bias, ini DPP yang bicara,” ungkap Ketua Harian DPD I Golkar NTB, H. Misbach Mulyadi. {www.suarantb.com}

fokus berita : #Baiq Isvie Rupaeda #Misbach Mulyadi


Kategori Berita Golkar Lainnya