23 Maret 2020

Berita Golkar - Untuk mempercepat penanganan COVID-19, pemerintah telah memutuskan menggelar rapid test masal di sejumlah titik. Hingga Senin (23/3), sudah ada 150 ribu alat rapid test yang tiba dari China dan siap didistribusikan ke seluruh Indonesia.

Namun, selain alat rapid test tersebut, ada juga yang berasal dari perusahaan lokal, PT Kirana Jaya Lestari. Menurut anggota Komisi I Fraksi Golkar Dave Laksono, ia sengaja meminta perusahaan tersebut menyumbangkan alat rapid test ke Kemenkes.

"Kita minta diserahkan ke Kemenkes 2 ribu unit, karena Kemenkes yang melaksanakan tesnya," kata Dave kepada kumparan, Senin (23/3).

Baca Juga: Bamsoet Minta Melemahnya Ekonomi Di Tengah Wabah Corona Tidak Didramatisir

Menurutnya, PT Kirana Jaya Lestari memang merupakan perusahaan asal Indonesia. Sedangkan pabrik alat rapid test berada di Shanghai, China.

"Itu saya yang minta sumbangkan ke Kemenkes. Jadi Indonesia ada perusahaannya, terus Shanghai yang pabriknya. Perusahaan di Indonesia ini namanya pabrik PT Kirana Jaya Lestari. Mereka yang menyumbangkan untuk Kemenkes," tuturnya.

Perusahaan tersebut memang beroperasi di bidang impor alat kesehatan, baik di Asia maupun Eropa. Menurut Dave, ia kebetulan memiliki akses ke perusahaan tersebut, sehingga bisa meminta sumbangan alat rapid test. "Ya kebetulan saja, saya yang dapat link-nya, terus saya yang approach ke mereka," pungkasnya. {kumparan.com}

fokus berita : #Dave Laksono


Kategori Berita Golkar Lainnya