25 Maret 2020

Berita Golkar - Staf Khusus Presiden, Adamas Belva Syah Devara menuai kritikan. Hal itu terkait dengan pernyataanya mengenai wabah corona di Indonesia.

"Bukan waktunya saling menjatuhkan atau saling membully, ayo bertanya pada diri sendiri apa yang bisa saya lakukan untuk negeri," kata Belva Devara seperti yang dikutip dari BNPB. "Menyalakan lilin lebih baik daripada menyalahkan kegelapan," tambahnya.

Ungkapan motivasi yang dinyatakan oleh Belva tersebut mendapat tanggapan dari komika Arie Kriting.  

"Halah, sebulan lalu banyak yang ingetin akan bahaya corona ini. Negara ngapain? Becanda dan ngeyel. Sekarang menyuruh kita nanya diri sendiri lagi. Pakai acara menyalakan lilin, mau ngepet boss?" tulis Arie Kriting melalui akun Twitternya pada Selasa (24/3/2020).

Baca Juga: Tony Eka Candra Siap Jalankan Mandat DPP Golkar Maju di Pilkada Lampung Selatan 2020

Tak hanya Arie Kriting, politisi Partai Golkar Achmad Annama pun melayangkan kritik pada ungkapan salah satu pendiri Ruang Guru tersebut. 

"Mohon maaf. Jujur, kalau digaji 50 juta rupiah hanya untuk bicara ini, mubadzir! Rakyat sudah kenyang motivasi dari Tung Desem atau Mario Teguh," cuit Achmad Annama pada Selasa (24/3/3030).  

"Tugas kalian bukan cuma pungut pajak tapi timbal balik kasih sayang perhatian ke masyarakat. Sampai sini paham?" tambahnya.

Kritikan Arie Kriting maupun Achmad Annama nyatanya didukung oleh banyak warganet.

Baca Juga: Antisipasi Kelangkaan, Mukhtarudin Minta Kemendag Awasi Ketat Distribusi Gula dan Sembako

"Mas Bro, mungkin benar sekarang bukan waktunya. Tapi pemerintah yang sudah diingatkan dan terlambat antisipasi sejak awal memang harus rajin dikritik agar segera sadar dan fokus pada program yang jelas," komentar akun @dansatriana.

Kritik juga dilayangkan oleh penulis skenario Jenny Yusuf di akun Twitternya. "Sejak dilantik sampai detik ini, gue masih penasaran apa fungsi staf khusus presiden selain terima gaji setara menteri dari duit rakyat, sama ngomongnya bikin kesel rakyat," kata Jenny Yusuf.

Belva Devara diangkat menjadi stafsus presiden, lembaga non struktural di luar kementerian. Sederhananya, tugas mereka adalah menjadi teman berdiskusi Presiden Joko Widodo. {www.suara.com}

fokus berita : #Achmad Annama #Adamas Belva


Kategori Berita Golkar Lainnya