26 Maret 2020

Berita Golkar - Polres Metro Jakarta Pusat menangkap empat orang terkait dugaan kasus peyalahgunaan narkoba jenis metamfetamin. Dua diantaranya diketahui merupakan pejabat DPRD dari Gorontalo. Adapun empat orang itu berinisial LM (45), AL (41), RT (28), dan WY (24). LM, dikabarkan adalah kader Golkar.

Atas penangkapan para pejabat DPRD Gorontalo itu, banyak pihak yang mendesak agar partai bersikap tegas memecat mereka. Karena para wakil rakyat itu dinilai tidak sensitif terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjibaku melawan virus corona (Covid-19).

Baca Juga: Diinisiasi Airin Rachmi Diany, Golkar Tangsel Bakal Semprot Disinfektan 54 Kelurahan di Tangsel

Hingga saat ini belum ada sikap resmi dari partai. Reporter Kronologi.id, telah menghubungi Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Gorontalo Rusli Habibie, baik melalui sambungan telepon dan pesan singkat, menanyakan sikap partai terhadap kadernya yang tersangkut kasus narkoba.

Namun, Rusli yang juga menjabat sebagai Gubernur Gorontalo masih bungkam, tidak ada tanggapan. Sebagai informasi, LM (45) merupakan Wakil Ketua DPRD sekaligus Ketua DPD II Golkar Kabupaten Boalemo.

Sebelumnya, LM (45) diamankam bersama tiga rekannya, AL (41), RT (28), dan WY (24) disebuah hotel di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada Rabu (18/3/2020) malam. Setelah dilakukan tes urine, keempat pelaku positif mengkonsumsi metaphitamine.

Baca Juga: Cegah COVID-19, Pilar Saga Ichsan Bagikan 100 Liter Disinfektan di Tangsel

Selain LM yang merupakan kader Golkar, satu diantara empat orang yang tertangkap itu diketahui adalah kader PDIP. Ketua DPRD Kabupaten Boalemo dari Fraksi PDIP, Karyawan Eka Putra Noho, juga masih enggan berkomentar banyak terkait kabar penangkapan dua anggotanya tersebut. {kronologi.id}

fokus berita : #Rusli Habibie


Kategori Berita Golkar Lainnya