26 Maret 2020

Berita Golkar - Penyebaran pandemi virus corona Covid-19 berdampak pada keterpurukan ekonomi global yang berpotensi munculnya risiko krisis, termasuk di Indonesia. Untuk mengatasi dampak Covid-19 terhadap perekonomian nasional, anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Golkar, Puteri Anetta Komarudin menyarankan adanya kolaborasi inovatif lintas sektor.

Putri mengajak pelaku usaha untuk mulai menyusun strategi kolaborasi inovatif lintas sektor industri. Hal itu perlu dilakukan untuk menghadapi tantangan pelemahan ekonomi yang diakibatkan pandemi virus corona.

"Belajar dari inisiatif industri otomotif dunia seperti Ford, General Motors, dan Tesla, kerja sama lintas sektor teknologi dan engineering dilakukan untuk mendukung proses produksi industri alat kesehatan yang memang sedang berupaya memaksimalkan produksi alat kesehatan esensial," kata Puteri kepada Tagar, Kamis, 26 Maret 2020.

Baca Juga: Jelang Musda, Sokan Teibang Siap Pimpin Golkar Alor Jika Dipercaya Pemilik Suara

Bahkan, ucap Putri, di Tiongkok, lebih dari empat puluh industri restoran, hotel, dan bioskop bekerjasama dengan perusahaan rintisan (start up) retail baru dari Alibaba. Hal itu, dilakukan untuk sementara waktu mengalihfungsikan tenaga kerjanya menjadi driver atau pemberi layanan pesan-antar karena peningkatan transaksi daring.

Sinergi sudah terbangun dari kolaborasi pemerintah dengan dunia usaha

Saat ini, menurut Putri, sinergi sudah mulai terbangun dari kolaborasi antara pemerintah dengan pelaku usaha yang berhasil meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. "Kini, yang perlu lebih didorong adalah kolaborasi lintas sektor industri untuk menjaga kelangsungan ekonomi kita,” ujarnya.

Untuk itu, Putri berharap kolaborasi lintas sektor industri dapat menjadi norma bisnis yang diadopsi para pelaku usaha untuk dapat menjaga kelangsungan bisnis. Selain itu juga dan menjamin terpenuhinya hak-hak pekerja di tengah ketidakpastian ekonomi global saat ini. “Kelangsungan bisnis pelaku usaha secara langsung memastikan berputarnya roda ekonomi riil di Indonesia," ucapnya.

Baca Juga: Elly Toisuta Pimpin Kosgoro 1957 Maluku Bagi Masker Gratis Untuk Warga Kota Ambon

Politikus Partai Golkar dari generasi milenial ini berharap Tanah Air dapat meniru dengan memodifikasi upaya itu. "Harapannya, kolaborasi inovatif bisa menjadi jawaban untuk memastikan produksi tetap berjalan dan mengurangi kemungkinan PHK pekerja,” tutur dia.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan di tengah merebaknya wabah virus corona, pemerintah mengupayakan berbagai hal terkait kestabilan perekonomian nasional. Tugas besar saat ini yang perlu dikerjakan adalah mengantisipasi berbagai kemungkinan dalam menghadapi krisis.

"Kemudian melakukan reprioritasi untuk penanganan Covid-9 ini. Kami sedang terus melakukan berbagai exercise sehingga di satu sisi APBN kita bisa merespon cepat, namun tidak langsung akan muncul krisis kredibilitas terhadap APBN kita sendiri," kata Sri Mulyai dalam video conference melalui akun Sekretariat Negara, Jumat, 20 Maret 2020. {www.tagar.id}

fokus berita : #Puteri Komarudin


Kategori Berita Golkar Lainnya