28 Maret 2020

Berita Golkar - Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid mendesak pertemuan dengan media massa agar digelar secara virtual. Langkah ini dipercaya dapat menekan penyebaran virus korona (covid-19).

"Untuk pemberitaan seperti konferensi pers (melalui) daring, konferensi digital, TV pooling, atau pernyataan tertulis untuk menghindari penumpukan jurnalis di satu tempat," kata Meutya melalui keterangan tertulis, Jakarta, Jumat, 27 Maret 2020.

Meutya menyesalkan masih adanya pelaksanaan konferensi pers yang tidak sesuai dengan protokol penanganan covid-19. Dia menyoroti jaga jarak antara narasumber dengan jurnalis. "Menyebabkan jurnalis berkerumun tanpa adanya pembatasan jumlah dan jarak," tutur dia.

Baca Juga: Cegah Wabah Corona, Golkar Jambi Sediakan Tangki Hand Sanitizer di Pasar Angso Duo

Politikus Partai Golkar itu menekankan jaga jarak antara satu orang dengan lainnya amat penting. Hal ini harus diingat bagi pihak yang akan meliput dan diliput dalam konferensi pers.

"(Dapat) melakukan pembatasan secara mandiri dari sisi jumlah maupun jarak antar jurnalis yang hadir di konferensi pers," tutur mantan jurnalis Metro TV itu.

Sementara itu, kasus positif covid-19 di Indonesia meningkat signifikan. Ada penambahan 152 kasus baru sehingga pasien positif menjadi 1.046 per Jumat, 27 Maret 2020. 

Baca Juga: Sarmuji Desak Pemerintah Bebaskan Cukai Ethanol Untuk Kepentingan Sosial dan Medis

Jumlah pasien yang sembuh juga naik 11 kasus menjadi 46 orang. Di sisi lain, kasus kematian bertambah sembilan menjadi 87 orang.

Kasus positif terbanyak berada di DKI Jakarta. Data situs corona.jakarta.go.id menyebut ada 566 pasien korona di Ibu Kota. Sebanyak 346 orang dirawat di rumah sakit, sedangkan 132 lainnya isolasi mandiri. Jumlah pasien sembuh mencapai 31 dan yang meninggal 57 orang. {www.medcom.id}

fokus berita : #Meutya Hafid


Kategori Berita Golkar Lainnya