03 April 2020

Gde Sumarjaya Linggih Usul Gaji Direksi BUMN Dipotong 25 Persen Untuk Dana COVID-19

Berita Golkar - Berbagai cara dilakukan pemerintah untuk menangani dampak virus corona. Stimulus uang senilai Rp 405,1 triliun dikucurkan untuk menekan dampak penyebaran virus tersebut.

Wakil Ketua Komisi VI DPR, Gde Sumarjaya Linggih, menyarankan jajaran direksi BUMN yang bergaji tinggi dipotong. Hasilnya, bisa digunakan untuk membantu penanganan virus corona.

"Direksi yang take home pay-nya di atas Rp 100 juta mungkin rela dipotong 25 persennya untuk mengatasi COVID-19, karena kita tahu semua berat, karyawan berat. Tapi yang Rp 100 juta ke atas menyadari itu,” kata Gde saat rapat secara virtual dengan Menteri BUMN Erick Tohir, Jumat (3/4).

Baca Juga: Hetifah Minta Larangan Mudik Lebaran Disertai Sanksi Tegas

Gde bantuan dana dari pemotongan gaji direksi BUMN itu harus dilakukan agar penanganan virus corona bisa segera selesai. Sehingga, perekonomian ke depan bisa segera pulih.

"BUMN kita terus terang banyak yang menghambat pertumbuhan kelas menengah jadi kelas atas. UMKM kita kalau bisa diperbaiki maka kerusakan tidak terlalu parah, sehingga rebound nanti tidak sulit," ujar Gde.

Sementara itu, anggota Komisi VI Subardi, menyambut baik langkah pemerintah dalam pemulihan ekonomi di tengah virus corona seperti relaksasi ke Bank. Meski begitu, ia merasa implementasinya masih ada yang dipersulit.

Baca Juga: Kantongi Rekomendasi Golkar Untuk Pilkada Sidoarjo 2020, Bambang Haryo Mulai Cari Pendamping

Untuk itu, Subardi meminta Erick Tohir memonitor secara serius proses tersebut. Apalagi, kata Subardi, BUMN seharusnya punya peran besar dalam membantu penanganan virus corona.

"Dalam penanganan COVID-19 harus ada edukasi kepada masyarakat, kemudian peran BUMN atas ketersediaan dari APD, masker, dan sebagainya ini sangat mendukung percepatan penanggulangan. BUMN punya jaring akses yang cukup luas, ini perlu kolaborasi," tutur Subardi. {kumparan.com}

fokus berita : #Gde Sumarjaya Linggih