05 April 2020

Berita Golkar - Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai bahwa total Paket Stimulus yang dikeluarkan Pemerintah untuk penanganan COVID-19 sebesar Rp405,1 triliun tidaklah cukup atau masih sangat kurang.

"Saya yakin pemerintah dengan stimulus 405,1 triliun sangat kurang," ujarnya dalam FGD online dengan tema Potensi Krisis Ekonomi di tengah Pandemi COVID-19 di Jakarta, Minggu (5/4/2020).

Misbakhun menjelaskan pandemi COVID-19 yang terjadi saat ini telah melockdown seluruh negara di dunia. "Bayangkan dari 201 negara saat ini hanya 1 negara yang tidak kena yaitu Korea Utara. All the country in the world kena dampaknya," ucapnya.

Baca Juga: Ahmed Zaki Pastikan Golkar DKI Siap Antar Makanan Warga Yang Isolasi Diri di Rumah Karena Corona

 

Lebih lanjut, legislator Golkar ini mencontohkan krisis yang terjadi di tahun 1998 yang hanya mempengaruhi sektor likuiditas. Namun, di situasi saat ini tidak hanya menyerang likuiditas melainkan juga supply side, demand side serta produksi.

"Bayangkan ini mengunci dunia yang dilockdown bukan cuma pergerakan manusia, tapi pergerakan ekonominya itu sendiri," jelasnya.

Akan tetapi, pada krisis 1998 yang hanya menyerang satu sektor dan dengan Produk Domestik Bruto (PDB) yang baru sebesar Rp1.500 triliun, Pemerintah menggelontorkan hingga Rp600 triliun.

Baca Juga: Ace Hasan Sebut Penolakan Jenazah Korban COVID-19 Tak Punya Solidaritas Kemanusiaan

"Pada saat itu Rp600 triliun Pemerintah mengeluarkan Bailout disaat PDB Indonesia Rp1.500 triliun. Itu 40 persen dari PDB kita dipake untuk menggelontorkan pasar negara mengambil alih semua permasalahan dan diletakkan dipundaknya negara," paparnya.

Sehingga menurut Misbakhun, Pemerintah seharusnya mampu mengeluarkan anggaran untuk stimulus penanganan COVID-19 antara Rp5.000 - 7.000 triliun. Sebab angka tersebut adalah 30 - 40 persen dari total PDB Indonesia saat ini.

"Antara Rp5.000-7.000 triliun itu angka yang masih sangat aman karena apa Karena masih pada kisaran antara 30, 35 40 persen dari PDB kita. Untuk apa uang sebesar?"

"Itu pertama APBN kita jangan diganggu existing ekonomi plus quantitative easing itu hasilnya dari result hasilnya adalah ekonomi kita itu stabil kalau pun turun itu tidak jeglek tidak begitu jauh atau sedikit memberikan daya ungkit," tambahnya. {akurat.co}

fokus berita : #Misbakhun


Kategori Berita Golkar Lainnya