06 April 2020

Berita Golkar - Ketua Majelis Permusyawarakatan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo menilai, perlunya antisipasi dari potensi anjloknya nilai tukar rupiah yang dapat menembus Rp20 ribu per dolar Amerika Serikat (AS). Hal ini adalah dampak dari penyebaran wabah virus corona yang saat ini mengancam dunia usaha.

Bamsoet meminta pemerintah tetap melakukan proyeksi kurs rupiah sebagai langkah untuk mengantisipasi dampak terburuk dari tekanan kurs dolar AS terhadap rupiah dan juga adanya pandemi virus corona.

"Mendorong Bank Indonesia (BI) untuk melaksanakan strategi yang telah ditentukan dari hasil proyeksi tersebut, sehingga dapat menjaga kestabilan moneter dan mencegah nilai rupiah semakin anjlok,"kata Bamsoet dalam keterangannya, Senin (6/4).

Baca Juga: Cara Golkar DIY Bantu Insan Pers Di Tengah Wabah COVID-19

Bamsoet mengimbau masyarakat agar tidak menjual dolar yang dapat berakibat semakin melemahkan nilai tukar rupiah. "Masyarakat untuk bersikap tidak panik dalam situasi saat ini," jelas Bamsoet. 

Politikus Golkar ini meminta masyarakat tidak menarik uangnya yang berada di bank secara besar-besaran (rush money). "Ini berpotensi menyebabkan bank kolaps," terang Bamsoet.

Bamsoet meminta Pemerintah dalam memutus rantai penyebaran virus corona dan kecepatan pemerintah dalam menanggulangi Covid-19 dapat dilakukan secara maksimal.

Baca Juga: Golkar Sidrap Semprotkan 4.000 Liter Disinfektan di Maritengngae dan Watang Sidenreng

Hal ini mengingat alokasi belanja dan pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 sebesar Rp 405,1 triliun yaitu untuk menangani wabah virus corona (covid-19). "Sehingga hal tersebut dapat menjadi salah satu kunci agar nilai tukar rupiah kembali menguat," jelas Bamsoet. 

Sementara, Bamsoet juga mendesak pemerintah bekerja sama dengan serikat buruh atau serikat pekerja dalam memverifikasi data yang ada dengan data riil dilapangan.

Hal ini mengingat banyaknya pekerja yang di PHK disamping adanya pekerja informal lainnya yang layak mendapat bantuan program kartu prakerja.

Baca Juga: Fraksi Golkar DPRD Kota Bogor Sumbangkan Seluruh Gaji Untuk Tangani Corona

"Pemerintah melalui Dinas Ketenagakerjaan agar menyosialisasikan tata cara dan persyaratan mendaftar untuk mendapatkan kartu prakerja tersebut;" terang Bamsoet. 

Pemerintah juga diminta segera merampungkan pendataan tersebut, mengingat saat ini kondisi masyarakat semakin minus penghasilan disamping masyarakat melaksanakan kewajiban berdiam dirumah sebagai antisipasi penyebaran virus Covid-19.

"Masyarakat yang ingin mendaftar agar memperhatikan tata cara dan persyaratan yang disampaikan pemerintah, hal ini agar dapat membantu pemerintah dalam melakukan verifikasi data dengan cepat," tutup Bamsoet. {merahputih.com}

fokus berita : #Bambang Soesatyo


Kategori Berita Golkar Lainnya