07 April 2020

Masyarakat Ngotot Mudik, Bamsoet Prediksi Gelombang Kedua COVID-19 Bakal Melanda Jawa

Berita Golkar - Ketua MPR Bambang Soesatyo memprediksi terjadinya gelombang kedua pandemi COVID-19 di berbagai daerah di Jawa. Hal ini akibat tidak adanya kesadaran individu-individu perantau untuk tidak mudik dan tetap abai melakukan pembatasan sosial.

Bamsoet mendesak pemerintah pusat dan daerah fokus dalam memutus rantai penyebaran COVID- 19 meluas ke daerah-daerah.

"Yakni memperingatkan masyarakat untuk dapat melaksanakan serta mematuhi kebijakan pemerintah tentang PSBB dan anjuran untuk tidak melakukan mudik lebaran," kata Bamsoet dalam keteranganya, Selasa (7/4).

Baca Juga: Jika Dibiarkan Tak Diantisipasi, Bamsoet Prediksi Rupiah Bakal Anjlok Hingga Rp.20 Ribu

Ia menyebut, pelaku pelanggaran terhadap kebijakan tersebut dapat dikenakan sanksi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No 6 tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan Pasal 93 dan Pasal 9 ayat (1), "Pelaku bisa dipenjara paling lama setahun dan denda Rp 10 juta," imbuh Bamsoet

Pemerintah juga perlu mengejar ketertinggalan sistem kesehatan untuk dapat menemukan dan memisahkan mereka yang telah terinfeksi dari populasi yang belum terinfeksi.

Seperti dengan memperluas cakupan pemeriksaan jemput bola ke rumah-rumah warga yang disesuaikan dengan protokol kesehatan guna mempercepat penemuan kasus. "Dengan begitu dapat segera ditangani oleh petugas kesehatan dan tidak menyebar luas," terang politikus Golkar ini.

Baca Juga: Ketua HWK, Aries Kristyani Bagikan 5 Ton Beras Untuk Warga Kota Surabaya

Pemerintah juga perlu merealisasikan skrining komunitas dan peningkatan jumlah laboratorium beserta alat penunjang diagnosis, rumah sakit. Serta fasilitas karantina lain yang mampu mengakomodasi kebutuhan layanan kesehatan.

"Mengingat kemampuan tersebut juga akan meningkatkan efektivitas pemotongan rantai penularan karena mereka yang terinfeksi tidak dapat lagi menularkan melalui isolasi dan karantina," terang Bamsoet.

Ia berharap, semua elemen masyarakat agar saling mendukung secara sosial untuk melakukan pembatasan fisik, melakukan tindakan pencegahan komunitas. Termasuk kewajiban menggunakan masker ketika harus beraktivitas di ruang publik.

Baca Juga: Erry Iriansyah Pimpin AMPG Kalbar Bagikan Jamu Empon-Empon Untuk Warga Kota Pontianak

"Ini sebagai upaya meningkatkan kesadaran kolektif warga dengan membatasi aktivitas," pungkas Bamsoet.

Hampir seluruh daerah sudah menyiapkan berbagai protokol untuk menerima para pemudik. Relawan desa sudah dibentuk dan bekerja untuk mengantisipasi penyebaran wabah COVID-19. Namun, ketika arus mudik berlangsung, beban desa menjadi bertambah.

Jika pada 2019 ada sekitar 20 juta pemudik dengan asumsi sebagian besar mudik ke Pulau Jawa, maka setiap desa di Jawa harus menanggung rata- rata 1.200- 1.300 pemudik di momen itu.

Jumlah desa di pulau Jawa di luar Jakarta berjumlah 15.470 desa, dengan rincian Banten 1.237 desa, Jawa Barat 5.311 desa, Jawa Tengah 7.808 desa, DI Yogyakarta 391 desa dan Jawa Timur 7.723 desa. {merahputih.com}

fokus berita : #Bambang Soesatyo