08 April 2020

Berita Golkar - Kepengurusan Golkar Kaltim di bawah kepemimpinan Rudy Mas’ud terus digodok. Ketua DPD Golkar Kaltim yang terpilih aklamasi dalam musyawarah daerah pada 14 Maret 2020 itu tengah menyiapkan regenerasi kader untuk masuk kepengurusan partai beringin Kaltim, periode 2020-2025 itu.

Rudy Mas’ud dan Makmur HAPK yang merupakan ketua harian DPD Golkar Kaltim periode 2016-2020 bertindak sebagai tim formatur. Keduanya memiliki waktu 60 harimsejak pelaksanaan musyawarah daerah untuk menyusun kepengurusan Golkar Kaltim lima tahun ke depan.

Dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, menginstruksikan jumlah maksimal pengurus pleno sebanyak 85 orang. Sementara pengurus harian (ketua, ketua harian, wakil-wakil ketua, sekretaris, wakil-wakil sekretaris, bendahara dan wakil-wakil bendahara) ada 35 orang.

Baca Juga: Syafaruddin Dt. Bandaro Rajo Bagikan Masker dan Paket Sembako Untuk Warga Limapuluh Kota

“Sementara masih dalam proses karena belum sebulan dari pelaksanaan musda (musyawarah daerah) lalu. Masih ada waktu yang cukup panjang,” kata dia saat dihubungi Kaltim Post kemarin (5/4).

Pandemi Coronavirus disease (Covid-19) yang melanda Indonesia, tak terkecuali Kaltim membuat penyusunan kepengurusan menjadi sedikit terhambat. Karena situasi saat ini, tidak memungkinkan untuk melaksanakan rapat dengan jumlah orang yang cukup banyak.

Meski begitu, sejumlah pembenahan pada kepengurusan terus dilakukan. Salah satunya melakukan renovasi pada Kantor DPD I Golkar Kaltim di Jalan Mulawarman, Samarinda. “Mudah-mudahan pembentukan kepengurusan bisa dilakukan sebelum Lebaran,” kata anggota DPR dari Daerah Pemilihan Kaltim itu.

Baca Juga: Meutya Hafid Minta Kemenlu Tegas dan Disiplin Perketat Pintu Masuk Indonesia

Pada kepengurusan Golkar Kaltim, disebutnya akan menggunakan beberapa komposisi. Yakni pengurus berkesinambungan. Dalam hal ini pengurus lama yang kembali masuk kepengurusan sebanyak 30 persen.

Lalu pengurus regenerasi sebanyak 50 persen dan pengurus rekonsiliasi 20 persen. Pengurus rekonsiliasi adalah kader yang sudah tidak aktif dan kader yang sebelumnya keluar dari Golkar. “Jadi, akan kami rekonsiliasi lagi. Mungkin juga, kader partai lain ataupun orang politik yang tidak memiliki partai,” janji Rudy.

Selain itu, bakal calon ketua DPD I Golkar Kaltim yang juga Gubernur Kaltim Isran Noor disebutnya akan diakomodasi dalam kepengurusan baru ini. Sebab, mantan ketua umum PKPI itu diketahui telah memiliki kartu keanggotaan Golkar. “Mudah-mudahan beliau memiliki waktu yang cukup dan bisa bergabung,” harap dia.

Baca Juga: Golkar Sediakan Tangki Air dan Wastafel Portabel di 3 Kecamatan di Aceh Tamiang

Terpisah, Makmur HAPK yang tergabung dalam tim formatur mengaku mendukung rencana memasukkan kader yang tidak aktif dan kader yang sudah keluar dalam kepengurusan baru nanti. Termasuk dengan kader partai lain yang ingin membesarkan Golkar Kaltim.

Walau begitu, peran kader beringin yang selama ini sudah cukup bagus dan aktif juga diperlukan. Bisa masuk dalam kepengurusan lima tahun ke depan.

Mengenai rencana mengajak Isran Noor dalam kepengurusan Golkar Kaltim, ketua DPRD Kaltim itu menyebut bisa dilakukan. Namun, Isran kemungkinan diminta masuk jajaran dewan pertimbangan DPD Golkar Kaltim. “Pada dasarnya, semua ingin kami rangkul. Karena niat kami untuk membesarkan partai,” ungkap mantan bupati Berau itu.

GAFUR MASIH DEMOKRAT

Isyarat Abdul Gafur Mas’ud (AGM) untuk bergabung ke Partai Golkar kian terbuka. Setelah Rudy Mas’ud terpilih menjadi ketua Golkar Kaltim. Sebelumnya, ada informasi yang menyebut ketua Demokrat Balikpapan itu bakal berlabuh ke Golkar.

 

Baca Juga: Melki Laka Lena Instruksikan Golkar se-NTT Bentuk Satgas Penanganan COVID-19

Saat pertemuan antara Rudy Mas’ud dan Ketua Umum DPP Golkar Airlangga Hartarto awal Maret lalu. Bupati Penajam Paser Utara (PPU) itu dikatakan siap menjadi kader Golkar. Di keluarga Mas’ud, hanya Gafur yang tidak mengikuti jejak politik saudaranya. Hasanuddin, Rahmad maupun Rudy merupakan kader Golkar. Sementara Gafur merupakan kader Demokrat. 

Saat dikonfirmasi Kaltim Post belum lama ini, suami dari Risna itu menegaskan masih menjadi kader Demokrat. Apalagi, partai berlambang mercy itu tercatat sebagai partai pemenang di PPU dalam Pemilu Legislatif 2019 dan mengantarkannya menjadi bupati pada Pilkada 2018.

“Insyaallah untuk berpindah ke partai lain, kami masih berpikir. Saya masih tetap ingin fokus bagaimana Penajam terbangun dulu,” jawab dia.

Baca Juga: Wakili Golkar Kota Semarang, Petit Widi Atmoko Serahkan APD Untuk 37 Puskesmas

Pria kelahiran Balikpapan, 7 Desember 1987 menyebut, setiap orang memiliki hak politik. “Nanti kami lihat perkembangannya. Karena kalau misalkan saya dipaksakan masuk Golkar atau mungkin saya tetap seumur hidup di Demokrat, itu enggak bisa menjadi acuan,” ungkap dia.

Gafur menambahkan, penghargaan untuk kader di partai politik menjadi acuannya dalam berpolitik. Namun, tegas dia, yang menjadi tujuan inti, dirinya terjun ke dunia politik adalah memberikan manfaat untuk masyarakat. “Dan membangun Kaltim lebih baik dan berdaulat,” ucap bupati termuda di Kaltim itu.

Dia menegaskan, tidak memiliki keinginan untuk menjadi ketua Golkar di PPU meski peluang tersebut terbuka lebar. Mengingat sejak PPU berdiri tahun 2002, Andi Harahap sudah menjabat ketua DPD Golkar PPU selama tiga periode.

Baca Juga: Nurdin Halid Sebut Penundaan Tahapan Pilkada 2020 Tak Pengaruhi Rekomendasi

 

Terhitung sejak periode 2004-2009, dilanjutkan dengan periode 2009-2015, lalu periode 2016-2021. “Nanti kita lihat. Saya masih komitmen di Demokrat sampai saat ini. Jadi masih jauh melihat seperti itu,” terangnya.

Sebelumnya, kakak Abdul Gafur Mas’ud, Hasanuddin Mas’ud membenarkan keinginan AGM bergabung ke Golkar. Namun, dia tak memerinci lebih jauh terkait hal itu.

Ketua Komisi III DPRD Kaltim itu mengatakan, keinginan AGM sebagai bentuk keseriusan keluarga Mas’ud membesarkan Golkar di Kaltim. “Gafurnya sudah mau bergabung kok,” tegas pria yang akrab disapa Hasan itu. {kaltim.prokal.co}

fokus berita : #Rudy Mas'ud #Isran Noor


Kategori Berita Golkar Lainnya